Trending Bisnis: Kalung Eucalyptus, LPG hingga Klien Jouska
TEMPO.CO | 23/07/2020 06:31
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenakan kalung bertuliskan anti virus corona saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 7 Juli 2020. Rapat itu membahas program strategis kementrian dalam rangka percepatan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengenakan kalung bertuliskan anti virus corona saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 7 Juli 2020. Rapat itu membahas program strategis kementrian dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi dampak COVID-19. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang hari Rabu, 22 Juli 2020, dimulai dari cerita Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tentang kalung eucalyptus, DME yang bakal jadi pengganti LPG, hingga perusahaan perencana keuangan Jouska yang dituding membuat kliennya rugi puluhan juta rupiah.

Selain itu ada berita Menteri Edhy Prabowo yang menanggapi mundurnya pejabat KKP, lalu Direktur Utama Bank Bukopin menyebutkan Kookmin Bank serius ingin pegang mayoritas saham perusahaan, hingga pernyataan Luhut yang mengutip Presiden Jokowi agar barang impor tak dijual di toko online. 

Keenam topik tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca di kanal Bisnis. Berikut selengkapnya enam berita bisnis yang trending tersebut:

1. Soal Kalung Eucalyptus, Menteri Pertanian: Aku Di-Bully Habis

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo kembali menegaskan kemampuan kalung antivirus berbahan atsiri alias eucalyptus atau Kalung Eucalyptus hanya untuk mencegah virus Corona, bukan obat. Eucalyptus dianggap lebih tahan dan lebih bagus karena telah melalui hasil ujicoba penelitian.

“Aku di-bully habis, padahal orang pakai yang dari Jepang (dan) dari Korea,” tutur Syahrul dalam diskusi daring pada Rabu, 22 Juli 2020.

Kalung antivirus tersebut merupakan hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian (Balitbang Kementan). Balitbang, kata dia, telah meneliti terhadap 700 jenis pohon kayu putih. Satu di antaranya diklaim terbukti membunuh virus Corona.

Baca selengkapnya terkait Eucalyptus di sini.

2. Disiapkan Jadi Pengganti LPG, ESDM Klaim Harga DME Lebih Murah

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengklaim bahwa harga dimethyl ether (DME) sebagai pengganti liquified petroleum gas (LPG) akan lebih murah.

"Harganya nanti, pastinya harus lebih murah dalam satuan kilogram dibandingkan LPG karena kandungan energinya lebih sedikit," kata Dadan dalam diskusi virtual, Rabu, 22 Juli 2020.

Menurut Dadan, DME pun memiliki kemiripan sifat dengan bahan bakar LPG, namun memiliki pembakaran yang lebih cepat karena sifat senyawanya sederhana (mengandung CH3OCH3). Selain itu, DME juga mudah terurai di udara sehingga tidak merusak lapisan ozon, serta tak menghasilkan partikulat matter (pm) dan NOx serta tidak mengandung sulfur.

Baca selengkapnya terkait LPG di sini.

3. Kelola Dana Klien, Jouska Dituding Rugikan Hingga Puluhan Juta

Sejumlah warganet merasa dirugikan oleh perusahaan penasihat jasa keuangan PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska. Jouska disebut-sebut telah mengarahkan para pelanggan perusahaan itu untuk mengoleksi saham yang diduga gorengan dan berujung pada kerugian tak sedikit ketika kinerja saham tersebut memburuk.  

Salah satu netizen @yakobus_alvin mengaku telah menyerahkan total dana Rp 65 juta sepanjang tahun 2018-2019 untuk dikelola Jouska. Tapi belakangan bukannya berkembang tapi nilai dananya jeblok hingga lebih dari 70 persen atau menjadi minus Rp 36 jutaan. "Dikelola ya, bukan sekedar diarahkan," kata Alvin, seperti dikutip dari cuitannya, Selasa malam, 21 Juli 2020. 

Alvin mempersilakan Tempo mengutip cuitannya tersebut. Ia mengaku semula tertarik menggunakan jasa perencanaan keuangan Jouska karena melihat konten di Instagram yang sangat menarik. "Booming banget di IG. Kontennya menarik dan sebagai pemula di bidang keuangan pasti tergerak dong karena kontennya," ucapnya.

Baca selengkapnya terkait Jouska di sini. 

4. Edhy Prabowo Tanggapi Mundurnya 2 Pejabat KKP

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menanggapi terkait mundurnya dua pejabat di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dua pejabat tersebut adalah Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Zulficar Mochtar, serta Wakil Ketua Umum Bidang Konservasi dan Keberlanjutan Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik KKP, Chalid Muhammad.

Edhy mengatakan, keputusan keduanya untuk mundur merupakan hak masing-masing. Ia membeberkan, pihaknya telah berkirim surat lebih dulu kepada Zulficar bahwa masa tugasnya bakal habis pada September 2020.

"Ada yang mundur saya pikir itu hak ya. Saya pikir secara prinsip kami juga sudah bersurat lebih dulu, sebenarnya bulan September ini beliau sudah habis masa kerjanya," kata Edhy saat konferensi pers soal penindakan kapal illegal fishing yang disiarkan langsung melalui saluran Youtube milik KKP, Rabu, 22 Juli 2020.

Baca selengkapnya terkait Edhy Prabowo di sini. 

5. Bos Bukopin Sebut Kookmin Serius Ingin Kantongi 67 Persen Saham

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk. Rivan Achmad Purwantono, menargetkan proses KB Kookmin Bank segera rampung di bulan ini juga. Saat ini perseroan sedang menjaga agar transisi bisa berjalan mulus hingga perbankan asal Korea Selatan itu memegang kendali.

"Juli akan selesai, Kookmin saat ini sudah selesai sebagai standby buyer (pembeli siaga), dia akan menjadi PSP (Pemegang Saham Pengendali)," ujarnya kepada Tempo, Senin, 20 Juli 2020.

Menurut Rivan, keberadaan Pemegang Saham Pengendali penting untuk mengatasi isu likuiditas yang menerpa perseroan seperti saat ini. Saat ini, Kookmin menempati posisi sebagai Pemegang Saham Utama Bukopin dengan porsi kepemilikan 22 persen, adapun Bosowa Corporation memegang 23 persen saham. Untuk menjadi Pemegang Saham Pengendali minimal harus memiliki saham sebesar 25 persen.

Baca selengkapnya terkait Bank Bukopin di sini.

6. Luhut: Jokowi Minta Barang Impor Jangan Dijual di Toko Online

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tadi pagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi menelepon untuk mengingatkan jangan sampai barang yang dijual di platform digital adalah barang yang diimpor. "Karena ada data 20 persen peningkatan impor barang-barang konsumtif," kata Luhut dalam diskusi virtual Rabu, 22 Juli 2020.

Menurut dia, platform digital saat ini diperuntukkan bagi usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM untuk bangkit pandemi Covid-19. Dia mengatakan saat ini pemerintah menggalakkan gerakan nasional bangga buatan Indonesia untuk mendorong UMKM menggunakan platform digital.

Luhut menuturkan penjualan di platform online naik 8 kaki lipat di masa pandemi. Bahkan, kata dia, jumlah itu akan meningkat jadi 16 kali hingga akhir tahun.

Baca selengkapnya terkait Luhut di sini.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT