Banjir Luwu Utara, 355 Gardu PLN Terdampak
TEMPO.CO | 19/07/2020 11:22
Warga mengangkat barang miliknya melewati material lumpur di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu, 18 Juli 2020. Pascabanjir bandang sejumlah warga yang terdampak mulai mengambil barangnya yang masih bisa digunakan. ANTARA FOTO/Abriaw
Warga mengangkat barang miliknya melewati material lumpur di Desa Radda, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Sabtu, 18 Juli 2020. Pascabanjir bandang sejumlah warga yang terdampak mulai mengambil barangnya yang masih bisa digunakan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

TEMPO.CO, Jakarta - Banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara, Sulawesi Selatan, telah menyebabkan 355 gardu milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN ikut terdampak. Saat ini, belum semua gardu berhasil menyala kembali seperti normal.

"Kami terkendala akses ke beberapa lokasi," kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palopo, Alimuddin dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 18 Juli 2020.

Menurut dia, PLN perlu memastikan gardu, jaringan, dan instalasi pelanggan tetap aman dengan melakukan inspeksi, pembersihan, dan pengeringan. Namun hingga Jumat, 17 Juli 2020, Alimuddin menyebut 328 gardu sudah menyala kembali atau mencapai 92 persen dari keseluruhan.

Banjir bandang ini sebelumnya menerjang enam kecamatan di Luwu Utara, pada Senin malam, 13 Juli 2020. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara menyebut banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi dua hari sebelum bencana.

Hingga 17 Juli, jumlah korban meninggal pun sudah mencapai 36 orang. "16 orang dalam pencarian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar, Mustari.

Lebih lanjut, selain menormalkan kelistrikan, PLN juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 160 juta untuk para korban. “Terimakasih atas support dan kesigapan PLN dalam progres pemulihan sistem kelistrikan pasca banjir," kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT