Puan Maharani Resmikan Monumen Soekarno di Aljazair
TEMPO.CO | 18/07/2020 23:58
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan dua rancangan gambar monumen Soekarno kepada Gubernur Aljir Abdelkader Zoukh pada Selasa, 12 Maret 2019, waktu setempat.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyerahkan dua rancangan gambar monumen Soekarno kepada Gubernur Aljir Abdelkader Zoukh pada Selasa, 12 Maret 2019, waktu setempat.

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Puan Maharani meresmikan Monumen Soekarno di Kota Aljir, Aljazair, pada Sabtu, 18 Juli 2020.

Puan mengikuti secara virtual dari rumah dinasnya di Jakarta pada pukul 10.00 waktu setempat  atau sekitar pukul 16.00 WIB.

Dalam sambutannya, Puan Maharani berharap Monumen Soekarno di Aljir semakin mempererat hubungan Indonesia dan Aljazair.

"Saya berharap Monumen Soekarno ini menjadi pengingat bagi kita semua atas kuatnya semangat dan persahabatan yang dimiliki Indonesia dengan Aljazair di sepanjang sejarah kedua negara kita," kata Puan Maharani dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 18 Juli 2020.

Monumen Sukarno di Aljazair terdiri dari taman dan patung setengah badan Bung Karno di tengah-tengah Ibu Kota Aljazair, tepatnya di bundaran simpang Jalan Mustapha Khalef Ben Aknoun dan Chemin Arezki Mouri di Kota Aljir.

Desain monumen dibuat Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sedangkan patungnya dibuat oleh seniman Dolorosa Sinaga.

Menurut Puan Maharani, patung tersebut dibuat dari berbagai lempengan logam secara terpisah yang disusun tiga dimensi membentuk satu kesatuan patung Bung Karno.

Pembangunan monumen disokong PT Pertamina dan PT Wijaya Karya sejak groundbreaking pada 16 Februari 2020.

Mewakili keluarga Soekarno, Puan pun menyampaikan permintaan maaf karena tak bisa hadir secara fisik lantaran batasan perjalanan internasional akibat pandemi Covid-19.

Politikus PDIP tersebut berharap bisa segera bertandang untuk melihat langsung monumen tersebut.

Puan mengatakan, sejarah Indonesia dan Aljazair tak bisa dilepaskan dari sosok Bung Karno yang sejak awal mendukung kemerdekaan Aljazair. Hingga akhirnya negara di kawasan Maghribi itu merdeka pada 1962.

Sukarno, ejaan nama Soekarno yang benar, mengundang delegasi kelompok perjuangan kemerdekaan Aljazair berpartisipasi dalam Konferensi Asia Afrika pada 1955 di Bandung. Ketika itu, Indonesia baru 10 tahun merdeka.

"Sekarang Indonesia menjadi negara terbesar di Asia Tenggara, sedangkan Aljazair menjadi negara terbesar di Afrika," ujar Puan.

Para tokoh yang hadir dalam peresmian di Aljazair ialah Menteri Luar Negeri Aljazair Sabri Boukadoum, Dubes RI untuk Aljazair Safira Machrusah, Gubernur Provinsi Aljir Youcef Cherfa.

Ada pula Presiden Indonesia-Algeria Friendship Group of The Algerian Parliament, Lakhdar Brahimi, serta Perwakilan PT WIKA dan Pertamina.

"Monumen Soekarno merupakan bentuk apresiasi yang tulus dari Indonesia kepada Aljazair, sebagai negara sahabat yang terus menyuarakan dan mendukung prinsip perdamaian dan kemakmuran dunia berdasarkan kesetaraan hak dan kemerdekaan," kata Safira Machrusah dalam keterangan tertulis.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT