Covid-19 Meroket, Anies Baswedan Buka Peluang Setop PSBB Transisi
TEMPO.CO | 12/07/2020 21:04
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan lokasi isolasi sementara penanganan Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kesenian Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad, 17 Mei 2020. Gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat isolasi sementara bagi warga y
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau kesiapan lokasi isolasi sementara penanganan Covid-19 di Gedung Balai Latihan Kesenian Tanah Abang, Jakarta Pusat, Ahad, 17 Mei 2020. Gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat isolasi sementara bagi warga yang hasil tes cepatnya (rapid test) reaktif. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan bakal mengambil kebijakan rem darurat dan menghentikan PSBB Transisi jika wabah Covid-19 di Jakarta tak terkendali. Kemungkinan untuk menyetop PSBB Transisi ini diungkap Anies karena lonjakan penambahan kasus positif Covid-19 hingga dua kali lipat.   

Angka positivity rate Covid-19 di Ibu Kota selama PSBB Transisi pertama kali diterapkan pada 4 Juni lalu hingga hari ini, Ahad, 12 Juli 2020 melonjak ke 10,5 persen. 

Menurut Anies, jika kondisi semakin memburuk, tak menutup kemungkinan Pemprov DKI Jakarta mengambil kebijakan rem darurat atau emergency brake policy terkait penerapan PSBB transisi.

“Bila itu terjadi, maka kita semua harus kembali dalam rumah, kegiatan perekonomian terhenti, kegiatan keagamaan terhenti, kegiatan sosial terhenti. Kita semua akan merasakan kerepotannya bila situasi ini berjalan terus,” kata dia dalam video yang ditayangkan lewat akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Ahad petang, 12 Juli 2020. 

Anies menjelaskan, sepekan ke belakang Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat tiga kali rekor tertinggi penambahan kasus positif Covid-19 baru. Penambahan hari ini menjadi yang paling tinggi dengan 404 kasus positif Covid-19 baru. Adapun dua rekor penambahan sebelumnya terjadi pada 5 Juli dengan 256 kasus positif dan 359 kasus pada 11 Juli.

Anies Baswedan meminta masyarakat menomorsatukan keselamatan dalam aktivitas sehari-hari di masa pandemi. Secara khusus Anies mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat selama berada di transportasi umum dan pasar tradisional.

“Kemudian saya ingatkan kepada semuanya hal sederhana. Pakai masker, memakai masker di mana saja, kapan saja dalam aktivitas apa saja.Yang kedua jaga jarak aman. Satu meter adalah jarak aman. Lalu mencuci tangan dengan sabun. Pastikan ini terjadi,” ucap Anies Baswedan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT