Virus Corona di Victoria Australia Masih Mengkhawatirkan
TEMPO.CO | 11/07/2020 17:30
Fasilitas pengujian virus corona  yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS
Fasilitas pengujian virus corona yang disediakan saat Victoria mengalami peningkatan kasus Covid-19, di Melbourne, Australia, 24 Juni 2020. AAP Image/James Ross via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah negara bagian Victoria, Australia, pada Sabtu, 11 Juli 2020, memperingatkan kondisi penyebaran virus corona di sana masih tinggi. Tercatat ada penambahan 216 kasus harian virus corona, jumlah itu turun daripada hari sebelumnya, namun tetap saja tinggi dibanding wilayah lain di Australia.

“Kita mungkin masih akan melihat penambahan kasus. Ini mungkin masih akan terjadi sampai beberapa bulan ke depan,” kata Perdana Menteri Victoria, Daniel Andrews, seperti dikutip dari reuters.com.

Fasilitas pengujian drive-through virus corona (COVID-19) yang didirikan saat Victoria mengalami peningkatan wabah kasus, di Melbourne, Australia, 25 Juni 2020. Gambar AAP/Daniel Pockett via REUTERS

Ibu Kota Victoria, Melbourne, saat ini sudah berstatus kembali lockdown sampai enam pekan ke depan. Andrews mengatakan tidak ada yang suka berada di rumah saja dalam waktu yang lama dan tidak bisa kemana-mana. Akan tetapi, strategi ini hanya akan sukses jika semua pihak ikut ambil peranan.

Victoria berpopulasi 25 juta jiwa. Negara bagian ini telah menjadi area pertama yang mewajibkan orang-orang di sana menggunakan masker saat keluar rumah. Tujuh negara bagian dan teritorial, yang melaporkan 11 kasus baru virus corona pada Sabtu, 11 Juli 2020, sudah melarang masuknya para pelancong dari Victoria. Otoritas sebelumnya menyoroti banyak kasus-kasus baru virus corona berasal dari mereka yang baru pulang dari luar negeri.

Australia sudah bisa menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 dibanding negara lain di dunia setelah menutup pintu-pintu perbatasannya dan memberlakukan lockdown nasional pada Maret 2020 setelah ada 9.300 kasus virus corona dan 107 pasien meninggal.

Di negara bagian New South Wales, yang bertetangga dengan Victoria, ada tujuh kasus baru virus corona. Satu kasus dialami oleh seorang laki-laki yang baru saja mendatangi sebuah pub di Sydney, di mana pub itu terkait dengan dua kasus inveksi virus corona. New South Wales adalah salah satu wilayah padat penduduk di Australia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT