Dua Penumpang KRL Positif Covid-19, Walkot Bima Arya: Belum Aman
TEMPO.CO | 11/07/2020 13:14
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2020. Gube
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kepadatan penumpang di Stasiun Bogor dan penyediaan layanan bus gratis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bogor untuk penumpang KRL Commuter Line pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA

TEMPO.CO, Bogor -Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan ditemukannya dua penumpang KRL positif Covid-19 dari total 155 penumpang setelah menjalani tes swab menunjukkan bahwa moda transportasi itu masih belum aman untuk ditambah kapasitasnya.

"Dari hasil tes usap yang dilakukan pada Selasa, 7 Juli 2020 bisa disimpulkan belum memungkinkan menambah kapasitas penumpang KRL," kata Bima Arya di Kota Bogor, Jumat, 10 Juli 2020.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai operator commuter line di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sampai saat ini mengizinkan penumpang KRL maksimal 72 orang di setiap gerbong.

Pemerintah Kota Bogor yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melakukan rapid test dan tes usap di Stasiun Bogor untuk menelusuri dan memetakan potensi penularan Covid-19 pada penumpang KRL.

Asumsinya, jika dari beberapa kali rapid test dan tes usap tidak ditemukan penumpang positif Covid-19, Pemerintah Kota Bogor akan mengusulkan ke PT KCI untuk menambah kapasitas penumpang KRL guna mengatasi penumpukan dan antrean dari Stasiun Bogor ke Jakarta pada pagi hari, terutama hari Senin.

Menurut Bima Arya, mengantisipasi opsi ditemukannya penumpang KRL positif Covid-19, ia juga mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk mencari opsi dan solusi lainnya.

Solusi lainnya adalah jadwal pemberangkatan KRL dari Stasiun Bogor ke Jakarta ditambah. Saat ini, PT KCI mengoperasikan, KRL pada pukul 04:00 WIB sampai 21:00 WIB. Dalam kondisi normal PT KCI mengoperasikan KRL pada pukul 04:00 WIB sampai 23:30 WIB.

Solusi lainnya, menambah layanan bus bantuan dari Stasiun Bogor ke stasiun-stasiun KRL di Jakarta pada setiap Senin pagi. Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sudah memberikan layanan bus bantuan 50 unit pada Senin pagi.

Sebelumnya, Bima Arya mengaku sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat pada rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menko Kemaritiman pada Kamis malam, 9 Juli 2020.

Rapat Koordinasi tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Whisnutama, serta Gubernur DKI Jkarta Anies Baswedan.

"Rapat koordinasi, di antaranya membahas penumpukan dan antrean penumpang KRL di Stasiun Bogor setiap pagi," katanya.

Dari rapat koordinasi tersebut, kata dia, pemerintah pusat akan memberikan bantuan layanan 150 unit bus, yakni 75 bus dari Kementerian Perhubungan dan 75 bus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT