Musisi Cafe Protes Anies: 4 Bulan Hingga PSBB Transisi Menganggur
TEMPO.CO | 09/07/2020 04:38
Massa yang tergabung dalam Perhimpunan Musisi Cafe Pusat melakukan aksi di depan Balai Kota Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020. Selama DKI Jakarta menerapkan PSBB, seluruh kafe ditutup dan para musisi kafe pun turut kehilangan kerjaan. TEMPO/Muhammad Hidayat
Massa yang tergabung dalam Perhimpunan Musisi Cafe Pusat melakukan aksi di depan Balai Kota Jakarta, Rabu, 8 Juli 2020. Selama DKI Jakarta menerapkan PSBB, seluruh kafe ditutup dan para musisi kafe pun turut kehilangan kerjaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta -Ratusan anggota Persatuan Musisi Cafe Indonesia berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 8 Juli 2020 di masa PSBB Transisi.

Mereka menuntut Pemerintahan Provinsi DKI membolehkan kembali musisi bermusik di cafe, meskipun saat ini DKI masih menjalani PSBB Transisi.

Juru bicara PMCI, Aray Arsyad, meminta Gubernur DKI Jakarta membolehkan kembali live musik di cafe pada masa transisi new normal atau normal baru. "Sudah empat bukan kami nganggur karena pandemi ini," kata Arsyad saat ditemui di sela unjuk rasa.

Ia menuturkan pemerintah telah membolehkan cafe maupun rumah makan buka kembali pada masa PSBB Transisi sejak 8 Juni lalu.

Namun, hingga masa PSBB transisi diperpanjang selama 14 hari hingga 16 Juli mendatang, pemerintah belum membolehkan musisi cafe untuk bermusik.

Padahal, kata dia, keberadaan musisi cafe tidak bakal menimbulkan kerumunan masa seperti konser musik. "Paling nambah cuma tujuh orang paling banyak dari musisi cafe. Kami punya keluarga dan butuh kembali mencari uang."

Arsyad berharap pemerintah mempertimbangkan kebijakan agar musisi cafe bisa kembali mencari nafkah. Musisi cafe, kata dia, bakal mematuhi protokol kesehatan yang menjadi standar pencegahan penularan virus corona. "Kami harap ada revisi SK Gubernur soal perpanjangan masa transisi agar membolehkan kami kembali bermusik," ucapnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT