Politikus PDIP Kritik Kalung Antivirus Kementerian Pertanian
TEMPO.CO | 06/07/2020 13:34
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (11/06/2020).
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (11/06/2020).

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Kesehatan DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Muchamad Nabil Haroen, mengkritik Kementerian Pertanian yang membuat kalung antivirus corona. Ia mengatakan Kementan seharusnya berhati-hati dan mendasarkan pada riset sebelum merilis kalung tersebut.

"Kementan jangan hanya ingin kelihatan berinovasi, tapi harus jelas basis risetnya. Ini justru menimbulkan pro-kontra dan dikritik beberapa ilmuwan/periset dari kampus-kampus internasional," katanya dalam keterangan tertulis, Senin, 6 Juli 2020.

Meski melontarkan kritikan, Nabil mengapresiasi upaya Kementerian Pertanian yang berusaha berinovasi. Namun ia tetap meminta produk kesehatan kementerian itu bisa dipertanggungjawabkan secara akademik.

Nabil menuturkan untuk mengurangi persebaran Covid-19 yang paling penting adalah pemerintah dan warga saling bekerja sama. Pemerintah didesak harus terus menerus menyediakan fasilitas kesehatan, menganalisa perkembangan, dan mengeksekusi kebijakan yang tepat bergantung pada kondisi kawasan masing-masing.

Menurut Nabil, masih banyak tenaga medis yang berjatuhan wafat karena Covid-19. Hal ini merupakan kerugian besar bagi Indonesia. "Di sisi lain, warga harus terus patuh pada protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, jaga jarak, jaga kebersihan, dan protokol lainnya," ucap Nabil.

Kalung antivirus corona buatan Kementerian Pertanian diketahui berisi Eucalyptus (kayu putih). Kalung ini temuan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim pemakaian kalung ini selama 15 menit bisa membunuh 42 persen virus Corona. Sedangkan pemakaian 30 menit bisa membunuh 80 persen virus Corona.

AHMAD FAIZ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT