Sepatu Kulit Ceker Ayam Hirka Semakin Dikenal, Ini Rahasianya
TEMPO.CO | 05/07/2020 15:55
Nurman Farierka (kanan), pengusaha sepatu kulit ceker ayam asal Kota Bandung, Jawa Barat. Perusahaan Hirka yang didirikannya sejak 2015 memproduksi dua jenis sepatu, Jokka dan Tafiaro. Foto: Istimewa
Nurman Farierka (kanan), pengusaha sepatu kulit ceker ayam asal Kota Bandung, Jawa Barat. Perusahaan Hirka yang didirikannya sejak 2015 memproduksi dua jenis sepatu, Jokka dan Tafiaro. Foto: Istimewa

TEMPO.CO, Jakarta - Belum genap satu tahun, jumlah pengikut instagram sepatu kulit ceker ayam Hirka asal Kota Bandung, Jawa Barat, langsung melesat. Dari hanya sekitar 1.500 orang pada September 2019, menjadi hampir 11 ribu pengikut pada Juli 2020 ini.

Rahasianya ternyata ada pada strategi digital marketing yang tepat. Salah satu strategi yang digunakan yaitu mempromosikan sepatu ini dengan bantuan influencer. Hirka pun menggunakan jasa dokter Tirta, yang selama ini dikenal sebagai influencer sneaker.

"Dokter Tirta sangat membantu untuk mengenalkan produk kami lebih luas" kata CEO Hirka, Nurman Farieka saat menjadi pembicara dalam webinar SATU Indonesia Awards 2020 di Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2020.

Setelah menggandeng dokter Tirta, penjualan sepatu kulit ceker ayam Hirka langsung melesat menjadi 300 hingga 400 kali lipat. Nurman mengakui promosi produk menggunakan jasa influencer tidak bisa sembarangan, tidak bisa hanya berpatokan pada banyaknya follower.

Namun, karakter influencer yang digunakan harus sesuai dengan produk yang ingin dijual. "Jadi udah pas banget, beliau (dokter Tirta) punya power di situ," kata Nurman yang juga pemenang SATU Indonesia Awards 2019 ini.

Kini, instagram dan media sosial lainnya dari Hikra juga semakin berkembang. Hirka juga mengembangkan website sendiri yaitu hirkaofficial.com.

Tapi capaian ini tidak datang tiba-tiba. Proses pembuatan sepatu bikinan Nurman ini dimulai tahun 2015. Butuh satu tahun bagi Nurman untuk melakukan riset pembuatan sepatu berbahan kulit ceker ayam.

Satu tahun rampung, Nurman pun masuk ke riset produk di tahun 2016. Produk sepatu yang tergolong sulit, menjadi pilihan Nurman. "Kami ingin mulai dari yang susah dulu, jadi menurut saya untuk yang lebih ringan, jadi mudah," kata dia.

Dua tahun melakukan riset, sepatu kulit ceker ayam pun diproduksi lalu diluncurkan pada sebuah pameran internasional. Di sana, kata Nurman, banyak bule yang tertarik dengan sepatu produknya.

Bahkan, sempat ada pengunjung Expo yang ingin membeli sepatu bikinan Nurman, tapi tidak dengan merek Hirka. Penawaran itu langsung ditolak karena ia ingin merek Hirka asal Indonesia berkembang dan semakin dikenal. "Waduh, saya riset dua tahun nih, nanti pride-nya jadi ga ada," ujar Nurman.

Hingga di tahun 2019, Nurman menang SATU Indonesia Awards. Uang penghargaan yang diterima pun diinvestasikan untuk pengembangan merek Hirka di media sosial dan kebutuhan produksi.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT