Waktu Pelaksanaan Tes SKB CPNS 2020 Masih Dikaji
TEMPO.CO | 05/07/2020 10:32
Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jabar di GOR Arcamanik, Bandung, Kamis, 30 Januari 2020. Sebanyak 37.985 peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan pad
Peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Jabar di GOR Arcamanik, Bandung, Kamis, 30 Januari 2020. Sebanyak 37.985 peserta mengikuti seleksi yang dilaksanakan pada 29 Januari - 8 Februari 2020. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.CO, Jakarta - Tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS formasi tahun 2019 rencananya bakal dimulai pada akhir Agustus 2020 hingga awal Oktober 2020. Meski demikian, pemerintah masih mengkaji tanggal pasti pelaksanaan seleksi ini.

Sebab, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) saat ini juga sedang menyiapkan Surat Edaran (SE) baru. Surat ini akan mengatur protokol kesehatan dan tata cara pelaksanaan SKB di masa pandemi Covid-19 saat ini.

"Jadi nanti (SE) terbit, bersamaan dengan pengumuman kapan pelaksanaan SKB dilakukan," kata Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas BKN Paryono saat dihubungi di Jakarta, Ahad, 5 Juli 2020.

Seleksi CPNS formasi tahun 2019 ini seharusnya selesai pada Mei lalu. Namun tahapan seleksi tertunda karena pandemi Covid-19. Adapun tahapan terakhir yang sudah digelar adalah ujian seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dimulai 27 Januari dan berakhir 10 Maret 2020.

SKD CPNS dilakukan di 446 titik lokasi ujian dan diikuti oleh 3.670.821 peserta atau 91,26 persen dari total peserta yang terdaftar. Adapun untuk peserta SKB ini, kata Paryono, jumlahnya yaitu 336.487 orang.

Tanggal pasti pelaksanaan tes CPNS untuk Seleksi Kompetensi Bidang belum ditentukan. Sebab, BKN harus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kesehatan untuk mempersiapkan protokol kesehatan pelaksanaan.

Meski demikian, ada tes sekolah kedinasan yang bakal dimulai sebelum pelaksanaan SKB. Paryono mengatakan uji coba protokol kesehatan pun akan coba diuji saat tes ini.

Selama ini, SKB juga dilakukan langsung di beberapa lokasi. Saat ditanya kemungkinan untuk melakukan SKB secara online di rumah peserta masing-masing, Paryono mengatakan ada banyak kondisi yang harus menjadi pertimbangan.

Pertama jaringan internet yang ada di rumah peserta, apakah stabil atau tidak. Kedua, apakah tes online di rumah dikerjakan oleh peserta itu sendiri, atau orang lain. Sehingga, sejauh ini baru memungkinkan untuk melaksanakan seleksi seperti biasa yaitu di dalam ruangan bersama, namun dengan protokol kesehatan Covid-19.

Salah satu lokasi seleksi adalah Kantor BKN sendiri di Jakarta Timur. Saat SKD, kata Paryono, daya tampung peserta di kantornya mencapai 100 orang. Sehingga, bisa diatur agar menjadi separuhnya yaitu 50 orang saja. "Kalau masih mau 100 orang, bisa dipindahkan ke ruangan lain," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT