Black Lives Matter Ubah Bisnis Properti di Inggris
TEMPO.CO | 05/07/2020 07:45
Patrick Hutchinson (kanan) memanggul demonstran berkulit putih yang terluka melewati kerumunan, saat bentrokan pecah dalam protes Black Lives Matter di London, Inggris, Sabtu, 13 Juni 2020. Bentrokan terjadi antara kelompok-kelompok anti-rasisme dan aktiv
Patrick Hutchinson (kanan) memanggul demonstran berkulit putih yang terluka melewati kerumunan, saat bentrokan pecah dalam protes Black Lives Matter di London, Inggris, Sabtu, 13 Juni 2020. Bentrokan terjadi antara kelompok-kelompok anti-rasisme dan aktivis sayap kanan. REUTERS/Dylan Martinez

TEMPO.CO, London - Agen properti di Inggris bakal menggunakan istilah kamar utama untuk menggantikan istilah kamar tuan atau master bedroom saat menjajakan properti kepada calon pembeli di tengah munculnya gerakan Black Lives Matter.

Ini dilakukan untuk menghilangkan kesan seksisme dan perbudakan yang muncul saat istilah kamar tuan digunakan.

“Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan politik dan transformasi dramatis pada sisi pembeli properti,” kata Peter Wetherell, ketua eksekutif dari Wetherell di Mayfair, seperti dilansir Dailymail pada Sabtu, 4 Juli 2020.

Wetherell menangani urusal jual-beli dan sewa properti di Inggris.

Menurut dia, para calon pembeli sekarang berasal dari kalangan yang luas dan biasanya berusia 20 tahun hingga pertengahan 40 tahun.

“Orang-orang muda ini cenderung berpikiran terbuka dan menilai bentuk rasisme atau seksisme sebagai hal yang melanggar,” kata Wetherell.

Gerakan Black Lives Matter juga mendorong terjadinya perubahan istilah dalam bisnis properti ini.

“Perusahaan saya ingin memastikan orang-orang mendapat perlakuan dengan hormat,” kata David Westgate dari perusahaan properti Andrews di Bristol, Inggris.

Namun, ada juga sebagian agen properti di Inggris yang enggan mengubah penggunaan istilah ini dengan alasan itu bagian dari sejarah. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT