Covid-19, 200 Anggota Kelab Kebugaran di Amerika Jalani Karantina
TEMPO.CO | 05/07/2020 05:31
Beberapa orang tak memakai masker saat berjalan-jalan di dermaga Oceanside, California, Amerika Serikat, di tengah pandemi virus corona Covid-19, Senin 22 Juni 2020. Negara ini terus membuat rekor kasus harian Covid-19, yang terbaru hampir 55 ribu kasus b
Beberapa orang tak memakai masker saat berjalan-jalan di dermaga Oceanside, California, Amerika Serikat, di tengah pandemi virus corona Covid-19, Senin 22 Juni 2020. Negara ini terus membuat rekor kasus harian Covid-19, yang terbaru hampir 55 ribu kasus baru pada Kamis 2 Juli 2020. (ANTARA FOTO/REUTERS/Mike Blake/foc/djo)

TEMPO.CO, Morgantown - Otoritas kesehatan di Amerika Serikat menutup salah satu cabang dari jaringan fitnes terkenal setelah salah satu anggota terbukti terpapar Covid-19 setelah melakukan latihan kebugaran cukup lama.

Satu cabang dari Planet Fitness ditutup dan menjalani pembersihan total karena salah satu anggota terbukti terinfeksi virus Corona atau Covid-19 pada 24 Juni 2020.

Sebanyak 200 orang anggota dari kelab kebugaran ini juga diminta agar tinggal di rumah untuk menjalani karantina.

“Ada sekitar 205 orang datang ke Morgantown Planet Fitness pada hari yang sama salah satu anggotanya yang terpapar Covid-19 berolah raga dari pukul sembilan pagi hingga pukul tiga sore hari itu,” begitu dilansir News pada Rabu, 1 Juli 2020.

Ini membuat otoritas meminta semua member dari kelab kebugaran yang datang pada hari itu untuk menjalani karantina. Mereka hanya diizinkan ke luar rumah jika membutuhkan bantuan medis.

“Mereka juga harus menjaga jarak dengan anggota keluarganya,” kata Dr Lee B. Smith, kepala departemen kesehatan Virginia Barat, Amerika Serikat.

Smith mengatakan ini bisa dilakukan dengan mengenakan masker wajah dan hanya berada di satu area di rumah.

Planet Fitness telah beroperasi kembali di Morgantown dan memperketat proses penerimaan tamu. Ini dilakukan misalnya dengan membuat pengecekan suhu tubuh bagi anggota yang datang. Mereka juga diminta menjawab kuesioner Covid-19 yang dibuat otoritas kesehatan AS.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT