20 ASN DKI Bantu Awasi Protokol Covid-19 di Setiap Pasar
TEMPO.CO | 05/07/2020 02:28
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Arifin, mengatakan pemerintah telah menerjunkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu mengawasi penerapan protokol Covid-19 di pasar tradisional.

"Pasar memang memang jadi perhatian utama pemerintah pada perpanjang PSBB transisi. Sekarang sudah diturunkan ASN untuk mengawasi pasar. Setiap pasar bisa dijaga 20-30 ASN," kata Arifin saat dihubungi, Jumat, 3 Juli 2020.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 aparatur sipil negeri (ASN) yang diberi mandat sebagai petugas pengawas Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Anies mengatakan 2.000 anak buahnya tersebut akan membantu petugas Satpol PP, agar pengawasan terhadap pelaksanaan PSBB transisi bisa lebih dipatuhi oleh masyarakat

"Hari ini kami melakukan pelepasan ASN ada 2.000 yang akan melakukan kegiatan pengawasan terkait PSBB di masa transisi ini," ujar Anies saat ditemui di Balai Kota, Selasa, 23 Juni 2020.

Arifin menuturkan ASN yang dilibatkan pemerintah berasal dari aparatur tingkat kelurahan sampai provinsi. Mereka bakal berjaga untuk mengawasi protokol Kesehatan mulai dari luar sampai dalam pasar. "Mereka membantu pengawasan dan yang menindak pelanggaran Satpol PP."

Setiap pasar, kata dia, telah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Setiap pedagang diwajibkan menggunakan masker dan face shield atau pelindung wajah. Pemerintah pun mewajibkan pengunjung yang datang ke pasar menggunakan masker dan menjaga jarak.

Pemerintah juga telah menyediakan tempat cuci tangan agar pengunjung dan pedagang bisa membilas tangannya sebelum masuk pasar. Menurut Arifin, meski telah memperketat pengawasan hingga hari ini masih ditemukan pelanggaran protokol Covid-19 di pasar tradisional.

"Yang paling banyak tidak memakai masker. Kadang yang pakai masker, pakainya tidak benar hingga hidung dan mulutnya dibiarkan terbuka."

Kendati begitu, menurut Arifin lagi, kesadaran warga mulai meningkat dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat umum. Apalagi, kata dia, semenjak TNI dan Polri dilibatkan dalam mengawasi protokol kesehatan.

"Sekarang pelanggaran di pasar tinggal satu dua yang tidak pakai masker. Mungkin mereka segan juga karena telah dijaga aparatur baik dari kami Satpol PP maupun TNI dan Polri," ujarnya.

Pada masa perpanjang transisi new normal, Pemerintah DKI memfokuskan pengawasan ke dua area, yakni pasar dan kereta rel listrik Jabodetabek. Pemerintah melakukan pengawasan ketat di area publik tersebut. Perpanjang PSBB transisi dilakukan selama 14 hari dan telah dimulai sejak 3 Juli hingga 16 Juli mendatang.


IMAM HAMDI

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT