Bolivia Gali Kuburan Massal untuk Pasien Meninggal Virus Corona
TEMPO.CO | 04/07/2020 12:30
Bolivia menggali kuburan massal untuk memakamkan pasien meninggal karena virus corona. Sumber: Reuters
Bolivia menggali kuburan massal untuk memakamkan pasien meninggal karena virus corona. Sumber: Reuters

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas lokal di Bolivia menggali beberapa kuburan massal di sejumlah pemakaman umum di penjuru negara itu. Kuburan massal tersebut dibuat untuk memakamkan pasien meninggal karena virus corona, di mana wabah virus mematikan ini telah membuat masyarakat Bolivia was-was.

Di Bolivia, tercatat ada 35.500 kasus virus corona dan 1.200 pasien berakhir dengan kematian. Kendati angka kasus virus corona di Bolivia rendah dibanding negara-negara tetangganya seperti Peru, Chile dan Brazil, namun penambahan kasus baru dalam beberapa pekan terakhir telah mengalami kenaikan yang tinggi. Kondisi ini telah membuat sistem perawatan kesehatan Bolivia yang rapuh menjadi kewalahan di beberapa area.

Bolivia menggali kuburan massal untuk memakamkan pasien meninggal karena virus corona. Sumber: Reuters

Situs reuters.com mewartakan Cochabamba, sebuah kota di wilayah tengah Bolivia, telah menjadi area paling terpukul oleh virus corona. Di Cochabamba sudah dibuat kuburan massal untuk memakamkan pasien-pasien yang baru saja meninggal karena virus corona.

Raquel Loaiza, seorang pengurus rumah duka di Cochabamba menceritakan masyarakat yang meninggal karena sebab alami sudah dimakamkan, namun mereka yang wafat karena infeksi virus corona atau Covid-19 sedikit terbengkalai.

Loaiza mengatakan ada sekitar 135 jenazah pasien virus corona menunggu dimakamkan. Kesulitan memakamkan pasien meninggal karena virus corona yang sesuai protocol kesehatan, telah menimbulkan keresahan atas kemungkinan adanya infeksi baru di daerah sekitar pemakaman.

Infeksi virus corona di Bolivia pertama kali terjadi pada 10 Maret 2020. Kasus virus corona di sana mengalami kenaikan setelah aturan ruang gerak masyarakat dilonggarkan demi menghidupkan perekonomian.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT