Ridwan Kamil Apresiasi Pemkab Bogor Bisa Tekan Kasus Covid-19
TEMPO.CO | 04/07/2020 12:36
Bupati Bogor sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin. (ANTARA/M Fikri Setiawan)
Bupati Bogor sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin. (ANTARA/M Fikri Setiawan)

TEMPO.CO, Jakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mendapatkan apresiasi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, lantaran dianggap berhasil menekan kasus Covid-19. Gugus tugas tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin

"Ini adalah hasil kerja keras kita semua. Mulai dari RT dan jajaran TNI-Polri. Saya juga berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan yang berjuang melawan Covid-19," kata Ade Yasin dalam keterangan tertulis, Sabtu, 4 Juli 2020.

Kabupaten Bogor sukses meraih empat dari enam kategori penilaian apresiasi kinerja. Empat kategori itu ialah pencegahan, deteksi, operasi lapangan dan penegakan aturan, serta tata kelola kelembagaan.

Menurut Ade Yasin, khusus kategori tata kelola dan kelembagaan, Kabupaten Bogor berhasil menempati posisi pertama disusul Kota Banding dan Kota Bekasi. "Dalam kategori ini, Kabupaten Bogor berhasil meng-input semua variabel dan sesuai evidence, serta unggul dalam variabel jumlah keterlibatan relawan," tuturnya.

Sementara pada kategori operasi lapangan dan penegakan aturan, Kabupaten menempati posisi dua. Pemkab Bogor kalah dari Kota Bandung yang menempati posisi pertama namun unggul dari Kota Tasikmalaya yang di peringkat ketiga.

Seperti diketahui, angka rata-rata penularan (Rt) Covid-19 di Kabupaten Bogor mengalami penurunan dari 1,8 menjadi 0,66. Bahkan pada 2-3 Juli 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor mencatatkan nol kasus Covid-19.

Hingga Sabtu siang, 4 Juli 2020 Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 377 pasien. "113 orang di antaranya sudah sembuh dan 18 orang meninggal," tutur Ade Yasin.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga mencatat ada 1.704 orang dalam pemantauan (ODP). Sebanyak 1.460 orang di antaranya sudah selesai dipantau. Lalu 2.041 pasien dalam pengawasan (PDP) dengan 1.479 di antaranya sudah selesai diawasi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT