Stasiun Bogor dan Cilebut Mulai Lusa Cuma Layani Tiket KRL Multi
TEMPO.CO | 04/07/2020 06:36
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil meninjau AKB di KRL Commuterline di Stasiun Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kota Bogor, Jumat (26/6/20).
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Ridwan Kamil meninjau AKB di KRL Commuterline di Stasiun Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Kota Bogor, Jumat (26/6/20).

TEMPO.CO, Jakarta -Stasiun KRL Bogor dan Cilebut, pada 13 Juli 2020 direncanakan menjadi stasiun khusus kartu multi trip atau KMT.

Transaksi nontunai atau uang elektronik itu dianggap lebih menjamin keamanan dan kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Dalam menggunakan KRL (kereta rel listrik), perilaku ini dapat diikuti dengan menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank, maupun tiket dengan kode QR,” kata Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, 3 Juli 2020.

Menurut dia, hal itu bertujuan mengurangi risiko kesehatan dari transaksi memakai uang tunai dan mengurangi antrean pengguna. “Di mana pada tahap awal ini pemberlakuan stasiun KMT di Stasiun Bogor dan Cilebut akan diberlakukan pada setiap Senin,” ujar Anne.

Dengan kebijakan ini, menurut dia, layanan tiket KRL di Stasiun Bogor dan Cilebut hanya dapat menerima transaksi dengan menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank, maupun tiket dengan kode QR melalui Link Aja.

Para pengguna KRL yang bertransaksi dengan tiket harian berjaminan (THB) dengan tujuan Stasiun Bogor masih dapat keluar dari gate elektronik stasiun. “Layanan refund atau pengembalian uang jaminan masih akan dilayani di Stasiun Bogor dan Cilebut,” tutur dia.

Pengguna THB pergi-pulang, Anne menjelaskan dapat melakukan perjalanan kembali dari kedua stasiun tersebut. Namun di Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut mulai lusa, Senin, 13 Juli 2020, dan setiap Senin tidak ada layanan pembelian maupun isi ulang THB.

Stasiun Cilebut dan Bogor merupakan dua stasiun dengan volume pengguna cukup tinggi. Pada Senin, 29 Juni lalu misalnya, Stasiun Bogor melayani 18.120 pengguna KRL. Sementara Stasiun Cilebut melayani 9.434 pengguna.

“Dari jumlah pengguna tersebut, pada hari kerja jumlah pengguna KMT, kartu uang elektronik bank, dan tiket kode QR mencapai 65 persen dari seluruh transaksi di kedua stasiun,” katanya.

Anne menambahkan sejalan dengan peningkatan volume pengguna KRL secara umum pada masa PSBB transisi ini, jumlah pengguna di kedua stasiun tersebut meningkat sehingga antrean semakin panjang.

Dengan menggunakan KMT atau kartu uang elektronik lainnya, menurut Anne, pengguna tidak perlu mengantre dua kali, yaitu antre isi ulang atau membeli THB dan antre menuju masuk gate elektronik stasiun.

Untuk mengurai antrean ini, KCI akan menyediakan tambahan tiga loket portabel di area parkir Stasiun Bogor, selain loket yang tersedia di hall stasiun. Loket akan melayani pengembalian uang jaminan THB, isi ulang KMT, dan pembelian perdana KMT.

KMT saat ini dijual dengan harga Rp 30.000 sudah termasuk saldo 10.000. KMT juga memiliki masa garansi selama tujuh hari sejak pembelian.

Di Stasiun Bogor tersedia empat unit vending machine KMT, yang dapat melayani transaksi isi ulang. Anne menyampaikan, PT KCI mengingatkan agar pengguna dapat mengisi ulang KMT dengan saldo mencukupi agar tidak perlu isi ulang setiap hari.

“Dengan memperbanyak transaksi non tunai, akan mengurangi resiko kita terpapar Covid-19 dari uang yang sangat sering berpindah tangan,” katanya.

PT KCI beharap para pengguna KRL yang masih menggunakan THB dapat menyesuaikan kebijakan baru ini. Sebelum berlaku pada 13 Juli, petugas direncanakan bersosialisasi mengenai perubahan Bogor dan Cilebut menjadi stasiun khusus KMT yang diberlakukan setiap Senin.

IHSAN RELIUBUN | DA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT