Soal Hoaks Penarikan Dana di Bank, OJK: Likuiditas Perbankan Aman
TEMPO.CO | 03/07/2020 22:04
Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com
Ilustrasi hoax atau hoaks. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L. Tobing menegaskan bahwa likuiditas perbankan di Indonesia saat ini kondisinya masih stabil.

"Kondisi permodalan dan likuiditas perbankan pada Mei 2020, masih dalam kondisi stabil," kata Tongam di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2020.

Masyarakat juga diminta tidak mempercayai info tentang adanya krisis di suatu bank tertentu diiringi ajakan penarikan dana besar-besaran yang beredar di media sosial. Pasalnya hal itu adalah informasi bohong.

"Info-info yang mengajak masyarakat menarik dana (dari bank) adalah informasi tidak benar," katanya.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak risau karena dana masyarakat yang disimpan di perbankan dipastikan aman.

OJK pun berterima kasih kepada Bareskrim Polri yang telah menangkap dua pelaku penyebar hoaks provokatif tentang kondisi perbankan di Indonesia.

"Kami berterima kasih kepada Bareskrim Polri karena sudah menangkap pelaku penyebar berita hoaks yang mengajak masyarakat menarik dana dari perbankan," kata Tongam.

Sebelumnya, polisi menangkap dua tersangka penyebar hoaks yang provokatif tentang kondisi perbankan di Indonesia.

Tersangka AY (50) ditangkap penyidik Bareskrim di Jakarta Timur pada Kamis (2/7). Di hari yang sama, Polda Jawa Timur menangkap tersangka IS (35) di Kota Batu, Jawa Timur.

Tersangka AY merupakan pelaku penyebar ajakan penarikan dana pada Bank Bukopin, BTN dan Mayapada.

Melalui akun Twitternya, pada 30 Juni 2020, AY mencuit kalimat "Yg punya simpenan di Bukopin, BTN, Mayapada buruan ambil (klo bisa semuanya)..!!! Daripada amsyong..."

Sementara tersangka IS pada 9 Juni, mengunggah video berisi pernyataan bahwa Bank Bukopin tidak memiliki uang tunai untuk mencairkan tabungan nasabahnya melalui akun Twitternya.

ANTARA

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT