New Normal, Jasa Marga: Lalu Lintas Jalan Tol Meningkat
TEMPO.CO | 03/07/2020 20:29
Foto aerial sejumlah kendaraan melintas di Simpang Susun Antasari di Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2020. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi volume lalu lintas selama Lebaran akan mengalami penurunan signifikan sebesar 62,5 persen untuk pra Idul Fitr
Foto aerial sejumlah kendaraan melintas di Simpang Susun Antasari di Jakarta Selatan, Sabtu, 16 Mei 2020. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi volume lalu lintas selama Lebaran akan mengalami penurunan signifikan sebesar 62,5 persen untuk pra Idul Fitri dan sebesar 58,7 persen untuk pasca Idul Fitri akibat larangan mudik selama pandemi COVID-19. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Sejak memasuki periode new normal serta pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi khusus di DKI Jakarta, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat peningkatan lalu lintas di Jalan Tol Jasa Marga Group pada periode 5 hingga 30 Juni 2020. Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan dengan adanya pergerakan masyarakat di masa new normal mempengaruhi peningkatan lalu lintas, mengingat sebelumnya, Jasa Marga mencatat penurunan lalu lintas harian lebih besar.

"Bisa kita simpulkan memang ada peningkatan," kata Heru dalam keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2020.

Walaupun lalu lintas relatif meningkat, lalu lintas harian rata-rata Jalan Tol Jasa Marga Group sepanjang Juni 2020 masih turun sekitar 27,3 persen dibandingkan rata-rata kondisi normal pada Februari 2020.

Pasca pemberlakuan PSBB hingga sebelum diberlakukan periode new normal, lalu lintas harian di Jalan Tol Jasa Marga Group turun hingga 51,5 persen dari rata-rata kondisi normal Februari 2020.

Dia menuturkan peningkatan yang terjadi, khususnya pasca pemberlakuan PSBB transisi di DKI Jakarta, terdapat di sejumlah jalan tol yang ada di wilayah Jabodetabek. Di antaranya untuk ruas jalan tol yang mengalami recovery cukup baik adalah Jalan Tol Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Jakarta-Cikampek.

Sementara itu, Jalan Tol Prof. Dr. Ir. Soedijatmo saat ini masih belum memperlihatkan peningkatan akibat masih terbatasnya pergerakan menggunakan moda transportasi udara. Dengan adanya tren yang terlihat selama Juni 2020, Jasa Marga memperkirakan jumlah kendaraan akan meningkat seiring dengan pergerakan masyarakat dalam masa new normal.

Dalam pengoperasian jalan tol, Jasa Marga tetap mengedepankan protokol kesehatan. Di antaranya untuk pelayanan transaksi, lalu lintas dan pemeliharaan jalan tol serta melakukan pengoperasian gerbang tol secara efisien dengan tetap mempertimbangkan standar pelayanan minimal jalan tol.

"Jasa Marga mengimbau masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas dalam periode new normal ini. Hal ini dalam rangka terus menekan penyebaran Covid-19, sehingga pemerintah tidak harus memberlakukan pembatasan yang masif seperti sebelumnya," ujar dia.

HENDARTYO HANGGI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT