Pelonggaran PSBB, OJK: Kredit Bank Bisa Tumbuh 4 Persen
TEMPO.CO | 02/07/2020 19:41
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan cairan disinfektan di mal Blok M Square, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2020. Sterilisasi kawasan Blok M dengan melakukan penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19 di era new n
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menyemprotkan cairan disinfektan di mal Blok M Square, Jakarta, Selasa, 23 Juni 2020. Sterilisasi kawasan Blok M dengan melakukan penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan untuk mencegah penularan COVID-19 di era new normal atau masa PSBB transisi guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Heru Kristiyana memperkirakan laju kredit perbankan bisa tumbuh 4 persen setelah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB diperlonggar.

"Pelonggaran PSBB memberikan nilai positif. Kami juga mendapati data perbankan masih optimistis kreditnya untuk bisa tetap tumbuh positif dan mereka bahkan bisa mencapai 4 persen," kata Heru dalam diskusi virtual Ngobrol @Tempo, Kamis, 2 Juli 2020.

Heru melihat sedikit pelonggaran PSBB memberikan dampak yang luar biasa pada sektor riil untuk tetap bisa tumbuh. "Jadi kami optimistis memandang perbankan kita ke depan dalam menghadapi Covid-19 ini," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk atau BTN Pahala N Mansury mengatakan permintaan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bersubsidi meningkat. Permintaan KPR subsidi BTN, kata dia, meningkat 75 persen per 25 Juni. "Permintaan itu lebih tinggi dari KPR subsidi yang ada di bulan Mei," kata Pahala.

Pahala menilai pelonggaran PSBB membuat kondisi ekonomi mulai berangsur-angsur pulih, termasuk permintaan kredit tersebut. "Jadi kami optimistis dengan pelonggaran PSBB ini meningkatkan aktifitas ekonomi dan juga permintaan kredit berangsur-angsur pulih kembali," ujarnya.

Tak hanya itu, Pahala juga melihat dengan bank yang menyalurkan kredit pada segmen UMKM permintaan kredit modal kerja juga mulai ada. "Meski belum normal."


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT