Cina Latihan Perang, Kapal Dilarang Melintas di Laut Cina Selatan
TEMPO.CO | 02/07/2020 17:44
Foto satelit menunjukkan kapal pengangkut amfibi angkatan laut Cina berlabuh di Pulau Woody di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan, 27 Juni 2020. [RADIO FREE ASIA]
Foto satelit menunjukkan kapal pengangkut amfibi angkatan laut Cina berlabuh di Pulau Woody di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan, 27 Juni 2020. [RADIO FREE ASIA]

TEMPO.CO, Jakarta - Angkatan laut Cina mengadakan latihan perang di sekitar Kepulauan Paracel di perairan Laut Cina Selatan yang dimulai dari kemarin, 1 Juli hingga 5 Juli 2020.

Menurut laporan Radio Free Asia kemarin, Administrasi Keselamatan Maritim provinsi Hainan, Cina mengutarakan tentang latihan militer itu seraya melarang kapal berlayar di area Kepulauan Spratly selama latihan militer berlangsung.

Foto satelit yang diperlihatkan BenarNews dan Radio Free Asia menunjukkan pendaratan helikopter di dok tipe 071 di pelabuhan pulau Woody hari Sabtu lalu dengan tiga kapal berukuran lebih kecil yang tidak jelas kelasnya.

Tipe 071 itu diartikan untuk operasi perang amfibi dan tiga kapal kecil mirip dengan kapal penyapu ranjau di angkatan laut Cina.

Foto satelit dan pelacak data kapal menunjukkan kapal-kapal penjaga pantai juga berada di area latihan. Kapal-kapal itu diduga berlayar dari pelabuhan Sanya, di Hainan. Ada tujuh kapal penjaga pantai berlabuh pada hari Minggu lalu.

"Cara mereka mengatur pasukan untuk latihan sepertinya lebih pada tindakan sipil daripada militer," kata Bryan Clark, ahli senior di bidang angkatan laut di Institut Hudson di Washington, Amerika Serikat.

Menurutnya, latihan perang marinir Cina ini bukan berupa serangan simulasi terhadap pasukan militer asing, melainkan penggunaan militer dalam aksi polisi menekan potensi kerusuhan sipil.

Kepulauan Paracel di Laut Cina Selatan merupakan kepulauan terbesar yang dikuasai Cina dan diperebutkan juga oleh Vietnam, Taiwan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT