Lego Ikut Aksi Boikot, Akan Tarik Iklan di Seluruh Media Sosial
TEMPO.CO | 01/07/2020 19:36
Dua orang pengunjung yang mengenakan kostum mainan Lego berpose dalam ajang pergelaran Polymanga di Lausanne, Swiss, Sabtu (7/4). REUTERS/Valentin Flauraud
Dua orang pengunjung yang mengenakan kostum mainan Lego berpose dalam ajang pergelaran Polymanga di Lausanne, Swiss, Sabtu (7/4). REUTERS/Valentin Flauraud

TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mainan Lego berencana menarik seluruh pemasangan iklan di media sosial, tak terkecuali Facebook, dalam 30 hari ke depan sebagai bagian dari protes atas konten berbahaya di jejaring sosial.

Langkah ini menyusul kebijakan sejumlah perusahaan lain seperti Unilever, Coca-Cola Co., Starbucks, dan sejumlah perusahaan lain guna mendorong media sosial, terutama Facebook, untuk membatasi ujaran kebencian dan posting yang memecah belah serta misinformasi.

Berdasarkan pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu, 1 Juli 2020, produsen mainan blok plastik terbesar di Eropa tersebut menghabiskan waktunya untuk meninjau standar iklan dengan hati-hati. Lego tidak akan mengurangi total anggaran media tetapi akan berinvestasi di saluran lain selama waktu itu, seperti ditulis pernyataan tersebut.

Chief Marketing Officer Lego Julia Golding mengatakan perusahaan berkomitmen untuk memberikan dampak positif pada anak-anak dan dunia yang akan mereka warisi. “Langkah tersebut termasuk dengan berkontribusi pada lingkungan digital yang positif dan inklusif yang bebas dari ujaran kebencian, diskriminasi, dan misinformasi," ujar Golding, seperti dikutip Bloomberg.

Sebelumnya diberitakan perusahaan-perusahaan mulai dari Verizon Communications Inc. hingga Hershey Co. juga telah menghentikan iklan media sosial setelah para kritikus mengatakan bahwa Facebook telah gagal untuk secara mengelola ujaran kebencian dan disinformasi di platform media sosialnya. Coca-Cola Co. mengatakan akan menghentikan semua iklan berbayar di semua platform media sosial selama setidaknya 30 hari.

CEO Facebook Mark Zuckerberg segera menanggapi kritik yang berkembang tentang disinformasi di situsnya. Dia mengumumkan perusahaan akan melabeli semua posting yang berhubungan dengan pemungutan suara dengan tautan yang mendorong pengguna untuk mengecek pusat informasi yang valid. "Tidak ada pengecualian untuk politisi dalam kebijakan apa pun yang saya umumkan di sini hari ini," kata Zuckerberg.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT