Wagub NTT: Semua Destinasi Wisata Sudah Dibuka Kecuali TN Komodo
TEMPO.CO | 29/06/2020 20:32
Patroli Polisi Airud memastikan keamanan para wisatawan yang berada di yacht di Taman Nasional Pulau Komodo. Dok. Kemenparekraf
Patroli Polisi Airud memastikan keamanan para wisatawan yang berada di yacht di Taman Nasional Pulau Komodo. Dok. Kemenparekraf

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josep A. Nae Soi memastikan seluruh destinasi wisata di daerahnya, kecuali Taman Nasional Komodo, telah dibuka kembali untuk wisatawan. Operasional objek wisata itu mulai diaktifkan pada 15 Juni 2020.

“Sejak 15 Juni kami sudah buka semua destinasi di NTT kecuali Taman Nasional Komodo karena untuk objek ini harus menunggu kebijakan pusat,” ujar Josep dalam rapat Panja Pemulihan Parwisata bersama Komisi X DPR, Senin, 29 Juni 2020.

Sejak kasus positif Covid-19 ditemukan di Indonesia, Pemerintah Provinsi NTT memang meminta pengelola destinasi menutup sementara objek wisata guna mencegah penularan virus. Namun, kata Josep, selama masa rehat, pelaku wisata dan UMKM daerah telah melakukan sejumlah kegiatan untuk meningkatkan nilai tambah, seperti mengikuti pelatihan-pelatihan.

Upaya ini ditempuh agar masyarakat dapat menciptakan produk-produk lokal, seperti cenderamata, yang lebih siap dipasarkan setelah pandemi berakhir. Di samping itu, Josep memastikan pemerintah terus mensosialisasikan protokol kesehatan untuk menekan munculnya kasus-kasus corona baru di NTT.

Sembari menyiapkan sumber daya manusia, kata Josep, pemerintah terus mengejar target penyelesaian proyek-proyek infrastruktur di titik yang menjadi fokus prioritas pembangunan nasional. “Kami harus lakukan pembangunan aksesibilitas untuk menunjang pariwisata,” tuturnya.

Adapun dari sisi amenitas atau penyediaan akomodasi tempat tinggal, pemerintah menggenjot munculnya homestaY-homestay baru yang dikelola secara mandiri oleh penduduk setempat. Bahkan di perkampungan adat, kata Josep, pemerintah setempat telah melarang pengusaha untuk membuka tempat penginapan.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana Rp 6,4 triliun untuk pengembangan lima destinasi superprioritas yang masuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Dari total anggaran itu, Labuan Bajo memperoleh jatah sebesar Rp 1,31 triliun.

Dukungan tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, serta perumahan. Adapun posisi proyek-proyek pengembangan infrastruktur Labuan Bajo saat ini sudah terkontrak.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT