Desember, Brazil Produksi 30 Juta Vaksin Corona dari AstraZeneca
TEMPO.CO | 28/06/2020 12:37
Pabrik Pengemasan Obat AstraZeneca, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Seto Wardhana
Pabrik Pengemasan Obat AstraZeneca, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. TEMPO/Seto Wardhana

TEMPO.CO, Jakarta - Brazil telah meneken kesepakatan senilai US$127 juta untuk memproduksi vaksin Corona (COVID-19) eksperimental dari AstraZeneca. Vaksin yang digarap AstraZeneca sendiri, sejuah ini, diakui sebagai yang terbaik dan paling canggih dalam hal pengembangannya. Hal itu pun diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kami akan memproduksi kurang lebih 30 juta dosis terlebih dahulu. Separuh dilakukan di bulan Desember dan separuhnya lagi di bulan Januari," ujar Wakil Menteri Kesehatan, Elcio Franco, sebagaimana dikutip dari kantor berita Reuters, Ahad, 28 Juni 2020.

Franco melanjutkan bahwa Brazil membayar mahal untuk bisa mendapatkan vaksin dari AstraZeneca. Adapun produksinya akan dibantu oleh Fiocruz, salah satu oranisasi kesehatan ternama di Brazil.

Perihal resiko, Franco mengakui bahwa selalu ada kemungkinan vaksin dari AstraZeneca tidak sesuai harapan walau Brazil sudah membayar mahal. Namun, keputusan itu diambil karena situasi di Brazil yang memburuk.

Hingga berita ini ditulis, Brazil adalah negara kedua paling terdampak virus Corona di dunia. Brazil mencatatkan 1,3 juta kasus, 57 ribu korban meninggal, dan 715 ribu pasien yang sembuh dari virus Corona (COVID-19).

Situasi di Brazil tak lepas dari telat dan ringannya penanganan pandemi di bawah pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro. Bolsonaro sempat menganggap virus Corona sebagai flu biasa dan lebih mengutamakan perekonomian dibandingkan pengendalian pandemi.

ISTMAN MP | REUTERS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT