Kasus Covid-19 Diprediksi Naik di Kota Bogor
TEMPO.CO | 21/06/2020 12:33
Wali Kota Bogor Bima Arya saat melakukan kunjungan dan meninjau kesiapan RT/RW siaga Covid dan siap antisipasi pemudik nakal yang datang ke kota Bogor, Kamis 21 Mei 2020. Dok. Humas Pemkot
Wali Kota Bogor Bima Arya saat melakukan kunjungan dan meninjau kesiapan RT/RW siaga Covid dan siap antisipasi pemudik nakal yang datang ke kota Bogor, Kamis 21 Mei 2020. Dok. Humas Pemkot

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat melakukan sejumlah langkah antisipasi dalam menyikapi kenaikan kasus positif Covid-19 dalam 10 hari terakhir. Pemkot Bogor sekaligus mengantisipasi adanya prediksi penyebaran Covid-19 yang akan meningkat lagi pada Juli-Agustus 2020.

"Dari hasil kajian tim ahli epidemiologi penyebaran virus Covid-19 akan meningkat lagi di Kota Bogor pada Juli sampai Agustus 2020," kata Wali Kota Bima Arya Sugiarto dalam pernyataan yang disampaikan di Kota Bogor, Ahad, 21 Juni 2020. Menurut dia, guna mengantisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 pada Juli hingga Agustus 2020 hanya bisa dilakukan dengan mencegah transmisi lokal, yakni interaksi manusia dari luar kota ke dalam Kota Bogor.

Oleh karena itu, kata dia, Pemkot Bogor harus melakukan langkah antisipasi guna menekan kenaikan penyebaran Covid-19 dan mengendalikan agar tetap landai. "Targetnya bukan mengejar angka positif Covid-19 menjadi rendah, tapi berikhtiar agar lebih banyak warga Kota Bogor yang selamat," kata Bima Arya.

Ia menjelaskan Pemkot Bogor akan melakukan tiga langkah antisipasi, yakni penguatan mitigasi infeksi, melakukan tes swab (tes usap) lebih masif, serta terus melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Menurut dia, pada penguatan mitigasi infeksi dilakukan dengan membangun sistem lacak dan pantau melalui surveilans.

"Kami melakukan penguatan pasukan di lapangan yang disebut deteksi aktif (detektif) Covid-19. Pada tim detektif Covid-19 ada unit melacak dan unit pemantau," ujar Bima Arya.

Tugas unit pelacak adalah melacak orang-orang yang teridentifikasi positif Covid-19. "Tim pelacak ini bekerja menentukan ODP (orang dalam pemantauan) semaksimal mungkin dan seakurat mungkin setelah diketahui adanya kasus positif," kata dia.

Kemudian, tim pemantau tugasnya adalah memastikan agar orang-orang yang ODP tetap dipantau dan tidak ke mana-mana selama 14 hari. Bima Arya berharap tim pelacak dan pemantau diharapkan terus bekerja secara intensif dan efisien dalam mengidentifikasi penyebaran Covid-19 di Kota Bogor. "Unit pemantau ini anggotanya ada 822 orang di seluruh Kota Bogor, yakni merekrut tenaga sukarelawan untuk menguatkan tim di puskesmas," tutur Wali Kota Bogor.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT