IHSG Pekan Depan Masih Dihantui Kecemasan Pandemi Gelombang Kedua
TEMPO.CO | 21/06/2020 06:35
Diawal Juni 2020, market menunjukkan adanya pertumbuhan positif, meskipun selama setahun terakhir IHSG masih minus 20.31%, namun selama sebulan terakhir, IHSG tumbuh 6.86%.
Diawal Juni 2020, market menunjukkan adanya pertumbuhan positif, meskipun selama setahun terakhir IHSG masih minus 20.31%, namun selama sebulan terakhir, IHSG tumbuh 6.86%.

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan melemah pada pekan depan, yakni tanggal 22 hingga 26 Juni 2020).

Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee menyebutkan IHSG berpeluang melakukan konsolidasi dengan arah melemah. 

Support di level 4900 sampai 4821 dan resistance di level 4970 sampai 5018,” kata Hans melalui pesan pendek, Sabtu 20 Juni 2020.

Menurutnya terdapat sejumlah isu yang menjadi penekan pergerakan IHSG yang harus dicermati investor. Isu itu meliputi kemungkinan gelombang kedua pandemi Covid-19.

“Peningkatan kasus di Amerika dan negara Afrika menimbulkan kekhawatiran Wave 2. Ketika ekonomi aktif kembali ternyata terjadi semakin banyak infeksi yang memudarkan harapan ekonomi akan cepat pulih pada Juli-September setelah suram pada April-Juni,” katanya.

Selain itu, pernyataan Chairman Federal Reserve, Jerome Powell dan Ekonom IMF Gita Gopinath bahwa pemulihan ekonomi akan sulit memperkuat perkiraan. Namun, data penjualan ritel yang membaik membuat optimisme pasar.

“Tetapi ketika angka pengangguran di bawah harapan pasar, maka membawa sentimen negatif bagi. Perkembangan data ekonomi akan sangat mempengaruhi pergerakan pasar saham,” katanya.

Sementara itu dari dalam negeri, Hans melihat banyak sentimen positif yang akan mendorong kepercayaan investor. Di antaranya penurunan bunga acuan oleh BI hingga pemberian rating overweight  oleh Morgan Stanley.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT