Viral Makam Jawara Betawi di Jalan Umum, Ahli Waris Ajukan Syarat untuk Pemindahan
TEMPO.CO | 18/06/2020 10:40
Viral Makam Jawara Betawi di Jalan Umum, Ahli Waris Ajukan Syarat untuk Pemindahan
Makam yang berada di jalan umum kawasan Pisangan Lama, Pulogadung, Jakarta Timur, ini berisi jenazah seorang jawara Betawi bernama Mardjuki. antaranews.com

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga ahli waris memberikan tiga syarat terkait rencana relokasi makam leluhurnya dari tepi jalan umum di Jakarta Timur. Terdapat dua dari lima makam di jalan umum di Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur, Jakarta Timur, yang hendak direlokasi. 

"Jadi yang akan dipindahkan nanti dua makam dulu, karena yang tiganya lagi kita nggak tahu ahli warisnya," kata Ketua RT03 RW04 Basir Rahman di Jakarta, Kamis 18 Juni 2020.

Satu di antara lima makam itu berisi jenazah seorang jawara atau jagoan Betawi bernama Mardjuki. Makam dan batu nisannya kini berada di tepi jalan umum RT 03/RW 04, Pisangan Lama. Tanah di sekitar makam telah berubah fungsi menjadi permukiman dan jalan. 

Menurut Basir, Nurdjanah selaku perwakilan ahli waris telah menyampaikan sejumlah persyaratan terkait pemindahan makam saat audiensi bersama perwakilan Pemkot Jakarta Timur.

Nurdjanah yang dijumpai di kediamannya di Pisangan Lama mengatakan syarat yang dimaksud berupa pemindahan jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kemiri, Utan Kayu, Jakarta Timur. Selain itu biaya operasional pemindahan jenazah seluruhnya harus ditanggung oleh pemerintah.
 
"Yang ketiga, semua keluarga besar dikumpulin pas waktu pemindahannya nanti. Jadi pas prosesi pemindahannya harus dihadiri semua keluarga," kata Nurdjanah.

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Bina Marga Kecamatan Pulogadung Wawan M mengatakan proses relokasi makam akan melibatkan Sudin Pertamanan dan Pemakaman Jaktim.

"Kami hanya keterkaitan dengan jalan yang sudah dibuat dan diaspal pada saat tahun kemarin," katanya.

Namun terkait penetapan waktu relokasi makam hingga saat ini belum disepakati antara pemerintah dengan ahli waris. "Sementara saya masih menunggu informasi. Nanti saya akan mulai informasikan ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Nanti juga kami tetap koordinasi untuk monitor kapan akan dipindahkannya," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT