Erick Thohir Bertemu Prabowo Bahas Kolaborasi Industri Pertahanan
TEMPO.CO | 12/06/2020 07:59
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi t
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir saat melihat uji coba alat ventilator milik Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. Erick Thohir berharap wabah COVID-19 ini menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menghasilkan produk kesehatan dalam negeri khususnya ventilator guna menunjang fasilitas Rumah Sakit yang ada di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Persamuhan keduanya dipamerkan lewat potret yang diunggah Erick melalui Instagram pribadinya, @erickthohir, Kamis, 11 Juni malam.

"Siang ini berdiskusi dengan Menteri Pertahanan, Pak Prabowo Subianto di kantor Kementerian BUMN," tulis Erick dalam keterangan fotonya.

Erick menyebutkan bahwa ia dan Prabowo akan memaksimalkan kolaborasi klaster industri pertahanan. Dia menginginkan industri pertahanan nasional mandiri pada masa mendatang.

Dalam unggahan itu, Erick menyertakan dua foto. Foto pertama tampak mantan bos Mahaka itu mengenakan batik berwarna cokelat tua berkelir motif cokelat keemasan, berdampingan dengan Prabowo yang mengenakan kemeja putih.  Sedangkan foto kedua tampak dua menteri itu berjalan di lobi Kementerian sembari memakai masker. Sejak diunggah, foto ini telah direspons oleh lebih dari 37 ribu pengguna Instagram yang menorehkan tanda suka.

Hingga foto tersebut diunggah, pihak Kementerian BUMN belum mendetailkam maksud pertemuan Erick dan Ketua Umum Partai Gerindra itu. Namun, pada Januari lalu, Erick sempat meminta Prabowo membuat blue print agar sektor industri pertahanan di Indonesia maju.

"Saya paparkan ke Menteri Pertahanan, kalau mau maju perlu ada blue print untuk 10-15 tahun ke depan," ujar Erick Thohir di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, 23 Januari silam .

Erick Thohir mengatakan, pemerintah saat ini sedang berfokus menggenjot kapasitas produksi pertahanan. Menurut dia, seumpama produksi tak dijaga, industri pertahanan akan loyo. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT