GBK Kembali Ramai, Masyarakat Rindu Swafoto dan Olahraga
TEMPO.CO | 07/06/2020 10:55
Warga mengenakan face shield saat berolahraga di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2020. SUGBK dibuka kembali mulai 5 Juni 2020 untuk kegiatan olahraga pasca keputusan pemerintah DKI Jakarta menerapkan PSBB transisi.
Warga mengenakan face shield saat berolahraga di Kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2020. SUGBK dibuka kembali mulai 5 Juni 2020 untuk kegiatan olahraga pasca keputusan pemerintah DKI Jakarta menerapkan PSBB transisi. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Pembukaan ruang terbuka hijau di Jakarta pada masa PSBB Transisi, termasuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK) disambut gembira oleh warga Jakarta. Setelah diminta untuk tinggal di rumah selama 3 bulan, ratusan orang memadati GBK pada Ahad pagi, 7 Juni 2020. 

Seorang warga Jakarta, Rika Aprianti menyatakan dirinya senang dengan kembali dibukanya kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk umum. Ia sudah rindu berolahraga pagi di kawasan tersebut sekaligus berswafoto.

"Biasanya tiap Minggu pagi ikut CFD, tapi karena masih belum ada CFD, gantinya olahraga di GBK," ujar Rika saat dihubungi Tempo, Ahad, 7 Juni 2020.

Selain untuk berolahraga, banyak warga Jakarta yang kerap menggunakan kawasan GBK untuk berjalan-jalan dan berswafoto atau selfie. Dini Andriany misalnya, sudah merencanakan untuk berkunjung ke GBK setelah mendengar GBK kembali dibuka sejak Jumat, 5 Juni.

"Demi eksistensi, hahaha," ujar Dini saat ditanya motivasinya mengunjungi GBK.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan PSBB transisi di Jakarta setelah pembatasan sosial resmi diberlakukan 10 April 2020. Dalam pergubnya, Anies mengizinkan sarana olahraga di luar ruangan kembali dibuka, dengan syarat maksimal jumlah pengunjung 50 persen dari kapasitas maksimal dan menerapkan protokol kesehatan. 

Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK GBK) Winarto mengatakan pembukaan kembali kawasan GBK juga disertai pengawasan yang ketat. Masyarakat diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

"Di setiap pintu masuk, masyarakat dicek suhu dan wajib cuci tangan. Ada petugas juga yang berpatroli mengawasi social distancing," kata Winarto.

Pada masa PSBB Transisi ini, pengelola GBK melakukan pengecekan suhu bagi setiap pengunjung, termasuk masyarakat yang membawa kendaraan roda 4. Winarto memastikan semua pengunjung GBK wajib mencuci tangan usai memarkirkan kendaraannya.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT