Kemendag Diminta Seragamkan Harga Alat Tes Swab
TEMPO.CO | 07/06/2020 07:58
Petugas kesehatan memeriksa suhu seorang warga yang akan menjalani tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 masal di balai Desa Werdi Bhuana, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, 25 Mei 2020. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melakukan dua tahap rapid test ma
Petugas kesehatan memeriksa suhu seorang warga yang akan menjalani tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 masal di balai Desa Werdi Bhuana, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, 25 Mei 2020. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung melakukan dua tahap rapid test masal untuk memeriksa sekitar 1.200 warga Desa Werdi Bhuana menyusul adanya 5 orang warga yang terjangkit wabah virus corona (COVID-19) melalui penularan lokal. Sehingga diharapkan dengan adanya tes ini pemerintah dapat menyaring warganya yang menunjukan gejala reaktif untuk dilakukan swab test di rumah sakit. TEMPO/Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuat regulasi agar harga alat tes swab corona se-Indonesia bisa seragam sekaligus murah.

"Jadi tidak boleh ada persaingan terbuka. Karena ini adalah kita perang lawan Covid dan jangan ada orang yang mengambil untung terlalu banyak," ujar Muhadjir dalam keterangan tertulis, Sabtu 6 Juni 2020, usai rapat koordinasi bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dan kementerian/lembaga.

Menurut Muhadjir, proses tracking virus corona perlu diperbanyak dengan tes swab agar penyebarannya dapat terdeteksi. Hal ini senada dengan permintaan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas sebelumnya.

Rapat koordinasi bersama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 ini menindaklanjuti perintah Jokowi agar segara mengatur strategi percepatan penanganan Covid-19. Muhadjir pun meminta berbagai upaya perlu dilakukan agar percepatan penanganan Covid-19 bisa sukses dilakukan.

Salah satunya dengan menambah jumlah pengujian spesimen virus Corona dengan metode polymerase chain reaction (PCR) mencapai 20 ribu per hari. Muhadjir mengatakan saat ini pengujian spesimen sudah mencapai lebih dari 10 ribu per hari.

BISNIS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT