Istana Kepresidenan Mulai Terapkan New Normal
TEMPO.CO | 04/06/2020 19:40
Mensesneg Pratikno (ketiga kiri) menjelaskan penerapan prosedur normal baru di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL
Mensesneg Pratikno (ketiga kiri) menjelaskan penerapan prosedur normal baru di Masjid Baiturrahim, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/POOL

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana penerapan tatanan kenormalan baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19 terus dipersiapkan di sejumlah tempat, termasuk di lingkungan Istana Kepresidenan. Sejumlah aspek mulai dari kegiatan harian hingga acara kenegaraan yang diselenggarakan di Istana, disesuaikan dengan merujuk pada protokol kesehatan yang ketat.

Mulai dari Istana Bogor, Jakarta, Tampaksiring, hingga Istana Yogyakarta, semua berlaku prosedur standar kenormalan baru. Adaptasi kebiasaan baru juga diterapkan dalam kegiatan-kegiatan Presiden di Istana.

"Untuk acara pelantikan misalnya, pejabat yang hadir dibatasi antara 5 hingga 7 orang," ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono lewat keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2020.

Sementara untuk upacara peringatan yang biasanya dilakukan di lapangan, kini dilakukan secara virtual. Contohnya, saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2020.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menambahkan, perubahan juga terjadi dalam hal peliputan acara-acara Presiden di Istana. Jika biasanya banyak wartawan yang hadir dalam acara Presiden, maka kini dikurangi dengan bantuan streaming dan konsep TV pool serta foto pool.

"Artinya, ya memang dibatasi. Kapasitas kendaraan untuk wartawan juga akan berkurang yang tadinya 10 (penumpang), mungkin jadi 5 (penumpang). Karena itu adalah keharusan yang harus dijalankan. Itu bagian dari protokol kesehatan," ujar Bey.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT