KPK Tangkap Nurhadi Eks Sekretaris MA
TEMPO.CO | 02/06/2020 00:28
Sekretaris Mahkamah Agung RI, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan setelah mangkir dari panggilan diperiksa, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. Nurhadi Abdurrachman, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka man
Sekretaris Mahkamah Agung RI, Nurhadi Abdurrachman, menjalani pemeriksaan setelah mangkir dari panggilan diperiksa, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. Nurhadi Abdurrachman, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan petinggi Lippo Group Eddy Sindoro. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Tersangka kasus dagang perkara di Mahkamah Agung itu tertangkap bersama menantunya, Rezky Herbiono, kemarin.

"Terima kasih dan penghargaan kepada rekan-rekan penyidik dan unit terkait lainnya yang terus bekerja sampai berhasil menangkap NHD dan menantunya RH," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango melalui pesan singkat, Selasa, 2 Juni 2020.

Seorang penegak hukum di KPK mengatakan bahwa Nurhadi dan menantunya ditangkap di sebuah rumah di daerah Simprug, Jakarta. Ia menyebut penangkapan kedua buron KPK itu dilakukan dengan bantuan Polri. "Tim membawa NHD ke kantor KPK malam ini," katanya.

KPK menetapkapkan Nurhadi dan menantunya sebagai tersangka suap dan gratifikasi untuk memainkan sejumlah perkara di Mahkamah Agung sejak 6 Desember 2019. Keduanya dituding menerima suap berupa 9 lembar cek dari PT Multicon Indrajaya Terminal dan duit Rp 46 miliar. Selain mereka, KPK juga menjerat Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto dengan pasal pemberi suap. Ketiganya lalu menjadi buron.

Sebelum tertangkap, Tim KPK memburu Nurhadi dan dua tersangka lain di sejumlah daerah. Lembaga antirasuah bahkan sempat memburu Nurhadi hingga ke Tulungagung, rumah mertua Nurhadi di Jalan Ade Irma Suryani nomor 10A RT 01 RW 04 Kelurahan Sembug, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Februari lalu.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT