Hingga H+6 Lebaran, 422 Ribu Kendaraan Masuk ke Jakarta
TEMPO.CO | 01/06/2020 17:32
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas kendaraan di area pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke wilayah DKI Jakarta di KM 47 Tol Cikampek-Jakarta, Jawa Barat, Sabtu, 30 Mei 2020. Kementerian Perhubungan memprediksi potensi lonjakan arus balik lebaran 2
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas kendaraan di area pemeriksaan kendaraan yang akan masuk ke wilayah DKI Jakarta di KM 47 Tol Cikampek-Jakarta, Jawa Barat, Sabtu, 30 Mei 2020. Kementerian Perhubungan memprediksi potensi lonjakan arus balik lebaran 2020 akan terjadi pada 30 Mei - 1 Juni, sehingga pengawasan di sejumlah titik pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) akan diperketat. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat, hingga H+6 Lebaran, sebanyak 422.724 kendaraan telah masuk ke Jakarta dari arah timur, selatan, dan barat. Angka ini turun 69,32 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta sebesar 35,2 persen dari arah timur, 33,0 persen dari arah barat, dan 31,8 persen dari arah selatan," ujar Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, Senin, 1 Juni 2020.

Adapun dari arah timur, sebanyak 87.971 kendaraan bergerak meninggalkan Jalan Tol Trans Jawa dan melewati Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Sedangkan 60.951 kendaraan lainya tercatat melaju dari Jalan Tol Cipularang-Padaleunyi melalui GT Kalihurip Utama. Total kendaraan menuju Jakarta dari arah timur turun sebesar 82,43 persen dibandingkan dengan lalu-lintas Lebaran tahun 2019.

Sementara itu, dari arah barat, Jasa Marga juga mencatat kendaraan melalui Gerbang Tol Cikupa berjumlah 124.206 unit. Jumlah ini turun sebesar 55,13 lersen dari periode yang sama tahun lalu.

Kemudian dari arah selatan, kendaraan yang menuju Jakarta melalui GT Ciawi 2 tercatat sebesar 139.438 unit. Angka ini turun 56,78 persen dari Lebaran 2019.

Selanjutnya dari arah selatan, jumlah kendaraan menuju Jakarta melalui GT Ciawi 2 tercatat sebesar 134.364 kendaraan. Angka tersebut, tutur Dwimawan, melorot 35,37 persen dari periode yang sama sebelumnya.

Dwimawan mengimbau masyarakat mendukung upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan tidak mudik atau piknik di masa Lebaran tahun ini. "Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah," tuturnya.

Puncak arus balik setelah Lebaran diprediksi terjadi kemarin, 31 Mei, hingga hari ini, 1 Juni 2020. Kementerian Perhubungan bersama kementerian, lembaga terkait, dan stakeholder telah membatasi mobilisasi kendaraan dengan melakukan pengecekan di sejumlah titik.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT