Pembangunan Destinasi Labuan Bajo Pertimbangkan Aspek Kesehatan
TEMPO.CO | 31/05/2020 12:23
Patroli Polisi Airud memastikan keamanan para wisatawan yang berada di yacht di Taman Nasional Pulau Komodo. Dok. Kemenparekraf
Patroli Polisi Airud memastikan keamanan para wisatawan yang berada di yacht di Taman Nasional Pulau Komodo. Dok. Kemenparekraf

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan pembangunan destinasi superprioritas Labuan Bajo akan mempertimbangkan aspek kesehatan dan kenyamanan wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT Wayan Darmawa mengatakan anggaran proyek strategis nasional daerahnya akan dialokasikan di antaranya untuk perbaikan sanitasi hingga penyediaan sarana kebersihan.

"Desain pembangunan infrastruktur yang disiapkan di Pulau Rinca dan Labuan Bajo sudah mempertimbangkan masalah kesehatan karena Presiden juga menekankan bagaimana meningkatkan aspek itu, terutama santiasi," ujar Wayan saat dihubungi Tempo pada Sabtu, 30 Mei 2020.

Ia melanjutkan, dengan adanya Covid-19, Pemerintah Provinsi pun telah memikirkan pengadaan sarana-prasarana untuk pencegahan penyebaran wabah. Misalnya pengadaan alat cuci tangan di tiap-tiap simpul tempat wisata hingga sanitizer.

Rencana itu membuat alokasi anggaran untuk pengembangan destinasi Labuan Bajo disesuaikan. "Memang ada penyesuaian, tapi tidak teralu banyak," ucap Wayan.

Pemerintah pusat telah mengalokasikan dana Rp 6,4 triliun untuk pengembangan lima destinasi superprioritas yang masuk kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). Dari total anggaran itu, Labuan Bajo memperoleh jatah sebesar Rp 1,31 triliun.

Dukungan tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur di bidang sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, serta perumahan. Adapun posisi proyek-proyek pengembangan infrastruktur Labuan Bajo saat ini sudah terkontrak.

Sebelumnya, kawasan wisata Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo ditutup lantaran wabah virus corona. Namun, Pemerintah Provinsi NTT berencana akan membuka destinasi itu dlam waktu dekat, tepatnya 15 Juni 2020.

Berbagai persiapan telah dilakukan terkait rencana ini. Selain menyesuaikan alokasi anggaran KSPN untuk penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi NTT sedang menyusun standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan untuk masing-masing destinasi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT