Pasien Positif Covid-19 di Depok yang Sembuh Capai 40,6 Persen
TEMPO.CO | 31/05/2020 07:53
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (tengah) saat konferensi pers terkait warganya positif virus corona atau COVID-19, di Balai Kota Depok, Senin 2 Maret 2020. TEMPO/Ade Ridwan
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (tengah) saat konferensi pers terkait warganya positif virus corona atau COVID-19, di Balai Kota Depok, Senin 2 Maret 2020. TEMPO/Ade Ridwan

TEMPO.CO, Jakarta - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Jawa Barat, mencatat pasien positif virus corona yang sembuh mencapai 225 orang atau 40,6 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang berjumlah 554 orang.

"Untuk kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah 11 orang menjadi 225 orang atau 40,6 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris, dalam keterangannya, Sabtu, 30 Mei 2020.

Sedangkan untuk penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 3 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Selanjutnya untuk orang tanpa gejala (OTG) yang selesai pemantauan hari ini pun bertambah 52 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 114 orang, sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 50 orang.

Mohammad Idris yang juga Wali Kota Depok ini mengatakan angka kesembuhan ini menjadi harapan kita semua, maka dari itu diharapkan seluruh warga masyarakat memberikan dukungan kepada warga yang terdampak Covid-19, baik berupa dukungan moril atau motivasi, maupun doa kesembuhan.

"Diharapkan tidak memberikan stigma negatif kepada warga dan keluarga yang terdampak," ujarnya.

Dikatakannya untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 83 orang, terdapat penambahan dibandingkan hari sebelumnya yaitu sebanyak 2 orang.

Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT