Sardjono Jhony Dinilai Bisa Majukan Transjakarta Saat New Normal
TEMPO.CO | 30/05/2020 06:27
Mantan Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony. ANTARA/Rosa Panggabean
Mantan Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony. ANTARA/Rosa Panggabean

TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono berharap Sardjono Jhony Tjitrokusum, bisa meningkatkan pelayanan perusahaan daerah itu, termasuk di era new normal kelak. 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menunjuk Sardjono Jhony Tjitrokusumo sebagai Dirut Transjakarta yang baru.

Penunjukkan itu dilakukan melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) sirkuler yang ditandatangani Kamis, 28 Mei 2020. "Sardjono punya pengalaman di transportasi udara. Semoga membawa Transjakarta bisa terbang lebih tinggi," kata Agung saat dihubungi, Jumat, 29 Mei 2020.

Sardjono pernah menjadi pimpinan BUMN, Dirut Merpati dan Direktur Angkasapura 1. Sebelum menjabat sebagai pimpinan di perusahaan negara itu, Sardjono merupakan pilot yang pernah terbang di Merpati, Singapore, Qatar sampai Etihad Airways.

Menurut Agung, dari semua moda transportasi, transportasi udara lah yang mempunyai standar keselamatan paling tinggi. Standar tinggi di transportasi udara ini lah yang diharapkan bisa ditularkan untuk mengembang transportasi darat seperti Transjakarta.

"Saya kira pemerintah juga sudah mempunyai banyak pertimbangan dalam memilih Sardjono," ujarnya.

Sardjono, kata Dosen ITB ini, terpilih setelah empat bulan dirinya resmi mengundurkan diri dari Transjakarta pada 29 Januari 2020. Padahal, ketentuan dalam Pergub mensyaratkan masa jabatan direktur sementara maksimal tiga bulan.

"Artinya pemilihan yang menambah waktu satu bulan sudah lebih hati-hari daripada pemilihan sebelumnya," ujar Agung. Sebelum Sardjono, posisi Dirut Transjakarta adalah Donny Andy Saragih.

Pada Januari lalu Anies menunjuk Donny, namun langsung dicopotnya kurang dari sepekan karena orang nomor satu di perusahaan daerah itu terlibat kasus penipuan dan pemerasan. Bahkan kasus itu telah inkrah di Mahkamah Agung dengan hukuman dua tahun penjara. Hingga kini Donny masih menghilang.

"Lebih baik hati-hati memilih daripada kejadian seperti kasus terpidana, yang pernah dicoba diusulkan juga sebelumnya kepada saya. Dan bagi saya, ketika ada orang bermasalah, lebih baik saya tidak menjadi bagian darinya," ujarnya. "Hari ini, lewat proses yang hati-hati, semoga TransJakarta punya pemimpin yang membawa safety dan reliability."

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT