Siap New Normal, Bekasi Buka Bioskop Pekan Depan
TEMPO.CO | 30/05/2020 05:38
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (ketiga kanan), perwakilan dari Summarecon Mall Bekasi dan Walikota Bekasi Rahmat Effendy memb
Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kiri) Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz (ketiga kanan), perwakilan dari Summarecon Mall Bekasi dan Walikota Bekasi Rahmat Effendy memberikan keterangan kepada wartawan usai meninjau salah satu pusat perbelanjaan, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 26 Mei 2020. Kehadiran Presiden itu untuk meninjau persiapan prosedur pengoperasian mal yang berada di wilayah zona hijau, wabah COVID-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat akan menerapkan new normal penuh mulai pekan depan, setelah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB tahap kelima selesai 4 Juni.

"InsyaAllah tanggal 4 (Juni) bersamaan dengan DKI atau tanpa DKI," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Bekasi, Jumat, 29 Mei 2020.

PSBB tahap empat akan berakhir pada hari ini. Namun, Gubernur Jawa Barat memperpanjang masa pembatasan di wilayah Bogor, Depok, Bekasi mengikuti PSBB di DKI Jakarta sampai dengan 4 Juni mendatang.

Selama perpanjangan ini, menurut Rahmat, pihaknya tengah beradaptasi dengan kebijakan tatanan kehidupan baru alias new normal. Permulaannya adalah mengizinkan tempat ibadah di zona hijau buka. Mulai hari ini tempat ibadah di 50 kelurahan yang diizinkan, sedangkan enam lainnya belum.

"New normal sedang disiapkan regulasinya, karena tingkat pandeminya sudah lenggang, makanya sekarang semacam adaptasi," kata dia.

Ia mengatakan, pada saat new normal diterapkan tempat hiburan seperti bioskop akan dibuka. Tapi, untuk panti pijat maupun spa masih belum diizinkan. "Karena bagaimana jaga jaraknya," kata Rahmat Effendi.

Rahmat menambahkan, meski new normal diterapkan pemerintah tak dapat menjamin kasus Covid-19 hilang, sejauh belum ada vaksinnya. "Penambahan kasus saya rasa enggak mungin gak ada. Tapi kita tidak perlu takut ada kasus baru, kita hadapi, itu urusan pemerintah," kata dia.

Rahmat menambahkan, sekarang kasus positif Covid-19 ada 13 orang, tersebar di enam kelurahan. Pemerintah mengklaim telah memetakan sebarannya. Sebagai antisipasi, sudah disiapkan sebanyak 4.000 PCR untuk melacak jika ada kasus baru.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT