Masjid Raya Hasyim Asyari Siap Isolasi Pemudik tanpa SIKM
TEMPO.CO | 28/05/2020 03:35
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta, 20 April 2017. Masjid yang dibangun dengan arsitektur khas Betawi ini memiliki daya tampung 12.500 jemaah. TEMPO/Frannoto
Masjid Raya KH Hasyim Asyari, Jakarta, 20 April 2017. Masjid yang dibangun dengan arsitektur khas Betawi ini memiliki daya tampung 12.500 jemaah. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Jakarta - Pemudik yang nekat kembali ke Jakarta harus bersiap-siap menjalani isolasi di Masjid KH Hasyim Asy'ari atau Masjid Raya Jakarta, Cengkareng di Jakarta Barat.

Pengurus masjid telah menyiapkan lima ruangan untuk isolasi pemudik yang tidak memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) untuk kembali ke Jakarta.

"Totalnya kemarin kami siapkan 100 tempat tidur sementara, pria dan wanita dipisah. Pria ditaruh di aula dan wanita serta anak-anak di empat ruangan bersekat," ujar Pengurus Masjid KH Hasyim Asy'ari Suprapto di Jakarta, Rabu 27 Mei 2020.

Para pemudik yang dicegat, karena tak membawa SIKM, wajib jalani isolasi terlebih dahulu di masjid tersebut selama 14 hari.

Petugas dari tiga pilar Jakarta Barat baik dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dan Polisi sudah bersiap mengamankan pemudik di masjid tersebut.

Tak hanya itu, masjid tersebut menyediakan posko kesehatan untuk memeriksa para pemudik, sebelum menjalani isolasi.

Hingga saat ini, Suprapto mengatakan belum ada pemudik yang ditampung di masjid tersebut. "Sampai saat ini masih kosong. Jadi fasilitas itu belum terpakai sama sekali," ujar dia.

Jika sudah ada pemudik yang diamankan, maka mereka harus dicek kesehatan terlebih dahulu di Masjid Raya Hasyim Asy'ari.

Pemudik akan jalani tes cepat yang disediakan oleh tenaga kesehatan. Jika positif maka pemudik akan dibawa ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. "Namun jika negatif pemudik harus tetap jalani isolasi di Masjid KH Hasyim Asy'ari selama 14 hari," ujar dia.


 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT