Ganjar Pranowo : Jangan Nekat Kembali ke ke Jakarta
TEMPO.CO | 26/05/2020 21:06
Foto kolase pemudik mengantre masuk ke Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara sebelum pandemi COVID-19 (atas) dan suasana lengang saat pandemi COVID-19 (bawah) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 22 Mei 2020. Pemudik kapal laut yan
Foto kolase pemudik mengantre masuk ke Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara sebelum pandemi COVID-19 (atas) dan suasana lengang saat pandemi COVID-19 (bawah) di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 22 Mei 2020. Pemudik kapal laut yang turun maupun naik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sampai saat ini terpantau sepi. ANTARA/Didik Suhartono

TEMPO.CO, Jakarta-Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengimbau warganya menaati larangan ke Jakarta pascalebaran guna memutus penyebaran Covid-19.

"Jangan ke Jakarta, 'wong' sudah dikasih tahu kok, kecuali mereka yang bekerjai kantor, pasti pulangnya kemarin pakai izin," katanya di Semarang, Selasa, 26 Mei 2020.

Menurut dia, masyarakat tidak perlu balik ke Jakarta, apalagi ibu kota negara Indonesia itu merupakan salah satu episentrum penyebaran Covid-19. "Ketika di suatu tempat terjadi wabah, janganlah kamu mendekati daerah wabah itu. Itu saja rumusnya, yang nekat, ya anda akan mendapatkan kondisi yang tidak nyaman," katanya.

Ganjar meminta masyarakat yang sudah telanjur mudik untuk tetap tinggal di Jawa Tengah karena sudah disiapkan program pemberdayaan bagi masyarakat terdampak pandemi COVID-19. "Mereka yang tidak bisa bekerja akan diberikan pelatihan, modal usaha hingga pemasaran sesuai potensi masing-masing."

Ganjar bahkan sudah bekerja sama dengan sejumlah penyedia perdagangan elektronik nasional untuk menyukseskan program itu. "Lebih baik sekarang yang sudah telanjur mudik, tetap di daerah saja. Toh kemarin meski dilarang, Anda juga bolos dan nekat. Saya ingatkan hati-hati, jangan nekat (kembali ke Jakarta, red)," ujarnya.

Meski pemerintah melarang mudik, banyak warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta maupun kota besar lain seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi nekat untuk mudik dengan menggunakan berbagai cara. Ganjar bahkan menyebut kebocoran pemudik sudah terjadi cukup banyak yakni lebih dari 600.000 warga Jateng yang ada di Jabodetabek nekat mudik ke kampung halaman masing-masing pada Lebaran 2020.

 

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT