Tanah Ambles di Gunungkidul Menyebar ke 11 Titik di 6 Kecamatan
TEMPO.CO | 08/02/2018 14:56
Tanah Ambles di Gunungkidul Menyebar ke 11 Titik di 6 Kecamatan
Ladang milik tiga warga Desa Krambil Sawit, Gunungkidul, Yogyakarta ambles dan berubah menjadi lubang besar. Seluruh tanaman yang ditanam para petani pun hilang tanpa bekas.

TEMPO.CO, Gunungkidul - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan kejadian tanah ambles di Gunungkidul telah menyebar di 11 titik di enam kecamatan.

Baca: Tanah Ambles, Belasan Rumah di Pacitan Rusak

Adapun kecamatan-kecamatan yang terdampak tanah ambles meliputi Saptosari, Purwosari, Rongkop, Tepus, Ponjong dan Semanu.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunung Kidul Handoko mengatakan fenomena tanah ambles di pergunungan karst merupakan fenomena biasa karena di dalam tanah di beberapa lokasi ada rongga yang dilalui sungai bawah tanah.

Kemungkinan karena tidak kuat menahan air di atas tanah, maka tanah ambles. "Fenomena biasa di tanah karst," kata Handoko, Kamis 8 Februari 2018.

Handoko mengakan pihaknya telah memberikan arahan kepada para pemilik lahan yang terdampak tanah ambles agar membuat saluran air di sekitar lokasi.  "Pembuatan drainase supaya air tidak mengalir di area yang ambles sehingga nantinya longsoran tanah terus ada dan lubang semakin melebar," kata dia.

Baca: Tanah Ambles Sebabkan Pluit Terendam

BPBD berencana menggandeng akademisi untuk melakukan kajian terhadap munculnya tanah ambles di tengah persawahan di wilayah Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, itu. "Rencananya, kami melakukan penelitian bekerja sama dengan UGM atau UPN Veteran Yogyakarta. Kemudian kami juga mengharapkan ketika ada KKN tematik di sini juga dilakukan penelitian," kata Kepala Pelaksana BPBD Gunung Kidul Edy Basuki.

 


BERITA TERKAIT