Kesan Lebaran 2020 bagi Susi Pudjiastuti: Keramaian Berkurang
TEMPO.CO | 24/05/2020 06:09
Susi Pudjiastuti menceritakan saat dia mengongkrak harga ikan layur dari Rp 700 menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Foto: Youtube
Susi Pudjiastuti menceritakan saat dia mengongkrak harga ikan layur dari Rp 700 menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Foto: Youtube

Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memiliki kesan berbeda pada Lebaran 1441 Hijriah kali ini. Di tengah pandemi virus corona, dia memandang Idul Fitri tahun ini jauh dari suasana ramai.

"Yang berbeda adalah kegiatannya dan keramaiannya. Jauh berkurang," ujar Susi dalam pesan pendek kepada Tempo, Sabtu, 23 Mei 2020.

Bahkan, tak seperti tahun-tahun lalu, Susi pun kali ini tidak menghelat gelar griya atau open house untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Bila umumnya bos Susi Air ini menyajikan hidangan aneka rupa, kali ini dia tak banyak menyediakan makanan di rumah.

Sebagai gantinya, Susi memberikan bantuan berupa sembako serta makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.
"Dua hari lalu kami juga antar makanan ke rumah-rumah janda," ucapnya.

Meski begitu, Susi mengatakan makna Lebaran kali ini tak berubah sedikit pun.
Hanya, menurut dia, ada kebiasaan silaturahmi yang sedikit berubah.

"Silaturahmi dengan jarak, salam dan senyum berjarak. Lebih aman visual saja pakai Skype, WhatsApp, Zoom," ucapnya.

Tahun lalu, Susi merayakan Lebaran di Jakarta. Kala itu ia masih menjabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jokowi dan mengaku baru pertama kali merayakan hari raya Idul Fitri di Ibu Kota. Sebab, dari tahun ke tahun, bos Susi Air itu selalu berlebaran bersama keluarganya di Pangandaran.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT