Pedagang Kembang Api di Tanah Abang Mengeluh Sepi Pembeli
TEMPO.CO | 23/05/2020 21:04
Pengunjung memilih petasan yang dijajakan pedagang kaki lima di Pasar Asemka, Jakarta, Ahad, 29 Desember 2019. Memasuki Tahun Baru 2020, pedagang mengaku mendapatkan keuntungan lebih banyak dibanding bulan lalu. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari
Pengunjung memilih petasan yang dijajakan pedagang kaki lima di Pasar Asemka, Jakarta, Ahad, 29 Desember 2019. Memasuki Tahun Baru 2020, pedagang mengaku mendapatkan keuntungan lebih banyak dibanding bulan lalu. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pedagang kembang api di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat mengeluhkan sepinya pembeli menjelang Lebaran 2020. "Sepi banget, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Rizki, salah seorang pedagang di sekitar Jalan Jembatan Tinggi, Tanah Abang, Sabtu, 23 Mei 2020.

Mengutip Antara, terdapat beberapa pembeli yang masih mencari kembang api untuk merayakan malam takbiran Lebaran 2020. Kembang api dijual bervariasi antara lima ribuan hingga puluhan ribu. "Yang penting kembali modal saja," kata pedagang lainnya, Eman.

Eman menjual kembang api sejak sepekan terakhir. Sebagian kembang api yang dijual merupakan sisa perayaan malam pergantian tahun 2020. "Untuk petasan, kami jual sembunyi-sembunyi. Kalau ada yang menanyakan saja," ungkap Eman.

Sepinya pembeli, menurut Eman, karena adanya imbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan massa selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Pemerintah juga mengimbau untuk tidak menggelar pawai malam takbiran menjelang Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Jumat, 10 April 2020 hingga 22 Mei 2020. Bahkan, Pemprov DKI kembali memperpanjang PSBB hingga 4 Juni 2020 sebagai upaya penanggulangan penyebaran wabah corona.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT