Polda Papua Berencana Tambah Pengamanan Tenaga Medis
TEMPO.CO | 23/05/2020 14:42
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pe
Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Presiden Jokowi menginstruksikan kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian agar menangkap pelaku penembakan pekerja jalan Trans Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Papua berencana untuk menambah pengamanan terhadap tenaga medis. Langkah ini diambil usai Almalek dan Eunico, anggota tenaga medis yang merupakan satuan tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya, Papua, ditembak kelompok kriminal bersenjata pada Jumat, 22 Mei 2020.

"Penambahan ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan Kepala Dinas Kesehatan Intan Jaya," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisan Daerah Papua Komisaris Besar Ahmad Mustofa Kamal melalui pesan teks pada Sabtu, 23 Mei 2020.

Almalek dan Eunico, anggota tenaga medis yang merupakan satuan tugas Covid-19 Kabupaten Intan Jaya, Papua, diduga ditembak kelompok bersenjata saat akan mengantar obat untuk pasien Covid-19.

Dari insiden tersebut, Eunico meninggal akibat luka tembak. Sedangkan Almalek kritis dan tengah dirawat di Pastoral Wandai.

Sementara itu, Juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambo membantah jika pihaknya yang menjadi pelaku penembakan dua tenaga medis, Almalek Bagau dan Eunico Somou, di Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Kami garis bawahi bahwa yang menembak dua tenaga medis di Intan Jaya adalah anggota TNI-Polri, mereka pelakunya," ujar Sebby melalui pesan teks pada Sabtu, 23 Mei 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT