H-1 Lebaran, Pasar Minggu Penuh Warga Berbelanja Kebutuhan Pokok
TEMPO.CO | 23/05/2020 10:44
Warga berbelanja kebutuhan pangan di salah satu Pasar Tradisional, Bandung, Jawa Barat, Rabu 20 Mei 2020. Warga mulai ramai berbelanja langsung di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung guna menambah stok kebutuhan pangan jelang Lebaran meskipun masa
Warga berbelanja kebutuhan pangan di salah satu Pasar Tradisional, Bandung, Jawa Barat, Rabu 20 Mei 2020. Warga mulai ramai berbelanja langsung di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung guna menambah stok kebutuhan pangan jelang Lebaran meskipun masa PSBB Kota Bandung diperpanjang hingga 29 Mei 2020. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

TEMPO.CO, Jakarta -H-1 Lebaran, suasana Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terpantau padat oleh warga yang tengah berbelanja kebutuhan pokok untuk keperluan lebaran.

Warga tampak membeli kebutuhan pokok seperti kelapa, santan, daging, ayam, dan empon-empon atau bumbu masakan. Pantauan ANTARA warga tampak lalu lalang tanpa menjaga jarak fisik (physical distanding), beberapa tampak menumpuk di satu lapak seperti lapak daging dan kelapa.

Mayoritas yang berbelanja adalah kaum ibu, ada yang datang seorang diri, atau berkelompok dengan tetangganya, ada juga yang datang ditemani suaminya, bahkan ada juga yang membawa serta anaknya.

Rohin, 26 tahun, warga Pasar Minggu datang ke pasar bersama anak dan istrinya, mengaku membeli keperluan untuk lebaran seperti daging dan kelapa.

Menurut Rohin, dia terpaksa ke pasar karena tidak semua keperluan lebaran bisa dibeli secara daring."Kayak kelapa  mana tersedia di online, mau enggak mau ya ke pasar," kata Rohin.

Rohin mengaku khawatir juga ke pasar di tengan pandemi Covid-19 ditambah lagi adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Untuk terhindar dari paparan, Rohin dan istri menggunakan masker, sedangkan putra mereka yang baru berusia lima tahun tidak mengenakan masker.

"Maskernya ada, tapi dianya enggak mau makai katanya sesak," kata Rohin memberi alasan.

Sementara itu, menurut salah seorang pedagang  Sri Mulyani, 58 tahun, suasana Pasar Minggu hari ini tidak seramai hari kemarin (Jumat). "Ramai sih ramai, tapi lebih ramai kemarin, karena sudah pada belanja jadi hari ini tidak terlalu ramai," kata Bu Sri.

Menurut  Sri, yang paling ramai dibeli oleh warga ada daging, lalu kelapa, juga bawang goreng. Selain itu ada juga pedagang yang khusus menjual pepaya muda serut yang biasa dimasak untuk gulai pendamping opor.

Harga pepaya serut dijual Rp 20 ribu per kg, harga daging dijual Rp 113 ribu hingga Rp 115 ribu per kg. Untuk bawang merah dijual Rp 80 ribu per kg, supaya hemat bawang merah dicampur bawang putih bisa dibeli Rp 10 ribu untuk berat satu ons.

Pada bagian dalam pasar tidak tampak ada petugas Satpol PP yang mengawasi warga untuk menerapkan PSBB. Petugas Satpol PP tampak berjaga-jaga di depan pasar memastikan tidak ada pedagang yang berjualan di bahu jalan hingga menyebabkan kemacetan. Petugas parkir juga ikut mengatur pengendara motor agar tidak parkir di bahu jalan, mereka diarahkan untuk parkir ke dalam Robinson Pasar Minggu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT