Begini Polisi Mau Pakai Jurus Simpatik Halau Takbiran Keliling
TEMPO.CO | 23/05/2020 02:34
Warga melakukan takbiran keliling di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 4 Juni 2019. Takbiran keliling ini dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1440 H yang jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat
Warga melakukan takbiran keliling di kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 4 Juni 2019. Takbiran keliling ini dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1440 H yang jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya akan  mengutamakan pendekatan persuasif untuk menghalau pihak-pihak yang masih membandel dan nekat menggelar takbiran keliling di Ibu Kota.

"Kalau tetap ada yang takbiran keliling kita akan halau mereka semua secara persuasif," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Jumat, 22 Mei 2020.

Dia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan tidak menggelar takbiran keliling.

Yusri mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan masyarakat mematuhi kebijakan PSBB yang saat ini masuk fase 3 yang menentukan.

"Kalau mereka tetap mau melaksanakan itu kan kita punya tiga pilar ini, Babinsa, Bhabinkamtibmas, nanti akan datang kesana, secara persuasi humanis akan sampaikan sebaiknya jangan," ujarnya.

Yusri mengatakan memang ada beberapa hal yang terpaksa ditiadakan demi menghentikan wabah Corona di wilayah Jakarta, antara lain takbiran keliling dan Salat Id.

"Jangankan takbiran, Salat Id aja ditiadakan di rumah aja, itu bukan lagi kultur," ujarnya.

Dia pun berharap warga Jadetabek semakin mematuhi kebijakan PSBB demi kebaikan dan keselamatan bersama, bukan malah mulai menyepelekan PSBB.

ANTARA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT