PBB Sebut Corona Picu Anjloknya Pendapatan dan Pendidikan Publik
TEMPO.CO | 21/05/2020 13:26
Seorang guru mempersiapkan metode pembelajaran jarak jauh di SDN Depok Baru 4, Depok, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Pemerintah Kota Depok menginstruksikan seluruh sekolah untuk meliburkan siswa dari Taman Kanak-kanak, SD, SMP, dan SMA selama 14 hari g
Seorang guru mempersiapkan metode pembelajaran jarak jauh di SDN Depok Baru 4, Depok, Jawa Barat, Senin, 16 Maret 2020. Pemerintah Kota Depok menginstruksikan seluruh sekolah untuk meliburkan siswa dari Taman Kanak-kanak, SD, SMP, dan SMA selama 14 hari guna mengatisipasi penyebaran virus corona COVID-19. ANTARA

TEMPO.CO, New York – Perserikatan Bangsa – Bangsa atau PBB mengatakan wabah virus Corona menyebabkan aktivitas sekolah mundur empat dekade.

Ini karena pemerintahan di banyak negara menghentikan aktivitas belajar dan mengajar untuk mencegah penularan infeksi virus Corona.

Peneliti di Program Pembangunan PBB mengatakan kegiatan pendidikan, kesehatan dan pendapatan publik mengalami penurunan tajam setelah wabah virus Corona menyebar.

Terlebih lagi, sejumlah pemerintah menghentikan kegiatan sosial dan bisnis untuk mencegah penyebaran virus Corona di ruang publik.

“Tiga sektor ini terkena dampak sangat besar, yang unik dan belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Pedro Conceicao, direktur Kantor Pembangunan Manusia PBB, kepada CNN.

Laporan ini disusun berdasarkan simulasi data yang dibuat oleh lembaga internasional termasuk Dana Moneter Internasional atau IMF.

PBB memperingatkan terjadinya penurunan tajam pembangunan manusia secara global pada 2020.

Dua pemicu utama adalah resesi ekonomi dan penutupan aktivitas belajar dan mengajar.

Hingga pertenghan Mei, jumlah kematian akibat wabah Covid-19 jauh lebih besar dari pada malaria, bunuh diri, kecelakaan jalan raya, hingga HIV/AIDS.

Angka kematian akibat Covid-19 ini juga lebih tinggi dibandingkan kanker dan jantung koroner.

Situs Johns Hopkins University menunjukkan jumlah korban infeksi virus Corona atau Covid-19 ini telah mencapai 1.55 juta orang dengan 328 ribu meninggal.
Wabah virus Corona ini menyebar di Kota Wuhan, Hubei, Cina bagian tengah sejak Desember 2019 seperti dilansir Channel News Asia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT