Keberadaan Pasar Malam, Wali Kota Jakbar: Dilema di Masa PSBB
TEMPO.CO | 21/05/2020 07:50
Ilustrasi pasar malam. ANTARA/Rudi Mulya
Ilustrasi pasar malam. ANTARA/Rudi Mulya

TEMPO.CO, Jakarta - Pasar malam mulai menjamur di kawasan Jakarta Barat di tengah penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Pasar malam itu setidaknya terlihat di kawasan Cengkareng dan Tamansari.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi meminta jajaran kecamatan dan kelurahan memprioritaskan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, terkait keberadaan pasar malam tersebut.

"Tentu kita harus sadar, bagaimana pun pandemi ini belum berakhir, saya ingatkan camat dan lurah untuk tetap waspada," ujar Rustam di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.

Rustam menyebut keberadaan pasar malam merupakan dilema saat penerapan PSBB. Keberadaan pasar malam ini menurut dia tak sedikit berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Banyak masyarakat kesulitan ekonomi, memilih berdagang untuk keberlangsungan hidupnya.

Namun di sisi lain, keberadaan pasar malam cukup membahayakan, terlebih minimnya pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan Covid-19.

Oleh karenanya, Rustam mengatakan tengah memikirkan cara agar perekonomian tetap hidup di tengah pandemi.

"Salah satunya menjalankan protokol kesehatan. Saya akan minta camat dan lurah prioritaskan ini tanpa mengganggu perekonomian," ujar dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT