Gaya Kepemimpinan Firli, KPK Umumkan Tersangka Setelah Ditahan
TEMPO.CO | 19/05/2020 05:38
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim di gedung KPK, Jakarta, Senin, 27 April 2020. Dalam konferensi pers tersebut, KPK menghadirkan dua tersang
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata memberikan keterangan pers terkait perkembangan kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim di gedung KPK, Jakarta, Senin, 27 April 2020. Dalam konferensi pers tersebut, KPK menghadirkan dua tersangka baru dalam kasus tersebut, yaitu Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Aries HB dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta-Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi era Firli Bahuri mengubah tata cara pengumuman penetapan tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut. Menurut juru bicara KPK, Ali Fikri, pada Senin 18 Mei 2020, pengumuman penetapan tersangka dilakukan setelah KPK menahan atau menangkap orang tersebut.

“Kami belum dapat mengumumkan detail kasus dan tersangka dalam kasus tersebut sesuai dengan kebijakan baru yang ditetapkan oleh Pimpinan KPK,” kata Ali. Pada era pimpinan sebelumnya, pengumuman penetapan tersangka dilakukan setelah KPK meneken Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan.

Kasus yang sebentar lagi akan diumumkan naik ke penyidikan adalah dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia. KPK menyatakan tengah mengumpulkan alat bukti terkait dugaan korupsi di PT Dirgantara Indonesia. KPK menyatakan akan segera mengumumkan tersangka kasus tersebut saat proses penahanan. “Kami akan mengumumkan tersangka saat penangkapan atau penahanan dilakukan,” kata Pelaksana Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin, 18 Mei 2020.

Menurut Ali, saat ini penyidik masih mengumpulkan sejumlah alat bukti dan memeriksa saksi untuk memperkuat konstruksi kasus ini. Ia mengatakan KPK pasti akan mengumumkan tersangka dan detail kasus ini.

PT DI merupakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pembuatan pesawat. Selain pesawat, perusahaan yang berdiri sejak 1976 ini juga menyediakan pelatihan dan jasa pemeliharaan mesin-mesin pesawat.

Sebelumnya, KPK memperlihatkan tersangka dalam konferensi pers diatur membelakangi media. Gaya baru KPK yang menghadirkan tersangka kasus korupsi berawal dalam konferensi pers penetapan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB dan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi, Senin kemarin.

Firli menuturkan keputusan memajang tersangka ini untuk memberi rasa keadilan kepada masyarakat. Ia beralasan dengan cara itu masyarakat bisa melihat jika ada perlakuan yang sama terhadap tersangka kriminal.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT