Bos Garuda Ungkap Alasan Rumahkan Sementara 800 Pegawai Kontrak
TEMPO.CO | 18/05/2020 04:15
Kebaya rancangan Anne Avantie untuk maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Instagram/@anneavantieheart/Fotografer: Dewandra Djelantik
Kebaya rancangan Anne Avantie untuk maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia. Instagram/@anneavantieheart/Fotografer: Dewandra Djelantik

TEMPO.CO, Jakarta - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk merumahkan sementara waktu sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama tiga bulan terhitung sejak tanggal 14 Mei 2020 lalu.

"Kebijakan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan yang perlu kami tempuh disamping upaya-upaya strategis lain yang telah kami lakukan, untuk memastikan keberlangsungan Perusahaan tetap terjaga ditengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi Covid-19," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan tertulis, Ahad, 17 Mei 2020.

Kebijakan tersebut, tutur Irfan, dilakukan dengan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan kepentingan karyawan maupun Perusahaan dan dilakukan dalam rangka menghindari dilakukannya Pemutusan Hubungan Kerja. Disamping itu, implementasi kebijakan ini juga telah melalui kesepakatan dan diskusi dua arah antara karyawan dan Perusahaan.

Irfan berjanji bahwa kebijakan tersebut bersifat sementara dan akan terus dikaji dan dievaluasi secara berkala sejalan dengan kondisi perusahaan dan peningkatan operasional penerbangan, yang diharapkan akan terus membaik dan kembali kondusif. Ia mengatakan selama periode tersebut, karyawan yang dirumahkan tetap mendapatkan hak kepegawaian berupa asuransi kesehatan maupun tunjangan hari raya yang sebelumnya telah dibayarkan.

"Kebijakan ini merupakan keputusan berat yang harus diambil dengan pertimbangan mendalam terkait aktifitas operasional penerbangan yang belum sepenuhnya normal," kata Irfan. Ia meyakini perseroan akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini.

Sebelumnya Garuda Indonesia telah melaksanakan sejumlah upaya strategis berkelanjutan dalam memastikan keberlangsungan bisnis perusahaan. Upaya tersebut antara lain melalui renegosiasi sewa pesawat, restrukturisasi network, efisiensi biaya produksi dan termasuk penyesuaian gaji jajaran komisaris, direksi hingga staf secara proporsional serta tidak memberikan Tunjangan Hari Raya kepada Direksi dan Komisaris.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT