Temui Ganjar, Erick Thohir Bahas Kerja Sama UMKM dengan BUMN
TEMPO.CO | 16/05/2020 18:54
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (kanan) bersama Direktur IHC Dr Fatheema Djan Rachmat usai melihat fasilitas khusus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir (kanan) bersama Direktur IHC Dr Fatheema Djan Rachmat usai melihat fasilitas khusus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Kamis, 16 April 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membahas berbagai upaya membangkitkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah. 

"Ekonomi Indonesia harus kembali bangkit dan salah satu yang paling dekat dengan ekonomi rakyat adalah UMKM," ujar Erick dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu 16 Mei 2020. 

Ia menyampaikan bahwa pihaknya bakal mendorong perusahaan pelat merah untuk mengajak UMKM sebagai mitra.

"Dengan begitu kebangkitan ekonomi pada era new normal cepat terjadi," ujar Erick di rumah dinas Ganjar, Puri Gedeh Semarang, Jateng.

Selain menyerahkan sejumlah bantuan alat kesehatan, kedatangan Erick ke rumah Ganjar juga untuk membahas berbagai persoalan.

Kunjungan Erick tersebut dimanfaatkan Ganjar untuk menyampaikan beberapa program yang sedang disusun dalam pencegahan COVID-19. Selain masalah kesehatan dan bantuan sosial, Ganjar juga menyinggung persoalan ekonomi.

"Setelah kesehatan dan sosial, saat ini kami sudah mulai fokus pada ekonomi. Mau tidak mau, ekonomi harus disiapkan skenario-skenario untuk bisa bangkit usai COVID-19 ini," kata Ganjar.

Ia mengemukakan pihaknya juga sudah bekerja sama dengan sejumlah e-commerce nasional untuk keperluan pelatihan dan kerja sama lainnya.

"Tapi, kami masih kesulitan soal permodalan, maka dalam kesempatan baik ini, kami berharap ada perusahaan-perusahaan BUMN yang bisa membantu kami mengembangkan sektor ini," katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT