Mensos Ajak Pemda Lain Tiru Bekasi: Tempel Stiker Penerima Bansos
TEMPO.CO | 09/05/2020 20:02
Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari Batubara (kiri) secara simbolis memberikan bantuan sembako untuk warga di Kayuringin, Bekasi, Sabtu, 9 Mei 2020. Kementerian Sosial membagikan 332 paket sembako di daerah yang terdampak virus corona atau Covid-19
Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari Batubara (kiri) secara simbolis memberikan bantuan sembako untuk warga di Kayuringin, Bekasi, Sabtu, 9 Mei 2020. Kementerian Sosial membagikan 332 paket sembako di daerah yang terdampak virus corona atau Covid-19. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bekasi menempelkan stiker di rumah keluarga yang sudah menerima bantuan sosial atau bansos.

"Saya datang untuk menyaksikan langsung keluarga yang menerima bantuan. Sejak pemberlakuan PSBB, Pemkot Bekasi sudah langsung menyalurkan bansos, kemudian keluarga yang sudah menerima bansos, rumahnya langsung ditempeli stiker. Ini saya kira patut ditiru pemda lain," katanya dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Ia memantau langsung proses distribusi bansos sembako bantuan Presiden di Kota Bekasi. Di RW23 yang menjadi titik kunjungan Mensos Julari, tercatat 332 paket bansos diberikan penerima.

Selain di RW23, Kelurahan Kayuringin Jaya, ia juga bergerak ke titik kedua di Kota Bekasi, yakni Kompleks Jaka Kencana, RW04 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan. Data sementara menunjukkan, penerima bansos sembako 765 KK.

Secara keseluruhan, Pemkot Bekasi mengalokasikan 75.000 paket sembako, sedangkan bansos sembako dari Kementerian Sosial untuk Pemkot Bekasi 139.000 paket.

Ia menyatakan dalam penyaluran bansos sembako, Kemensos mengacu kepada data penerima yang disampaikan kepada pemda. Kemensos tidak akan turun dan melakukan pendataan."Karena nanti akan tumpang tindih dengan daerah. Selain itu, pemda kan yang paling tahu kondisi warganya. Karena itu, data itu kami terima sepenuhnya dari daerah," katanya.

Terkait dengan masih ditemukan sejumlah ketidakcocokan data penerima bansos, ia mengatakan proses pembaruan data masih terus dilakukan.

Bansos sembako bantuan Presiden menjangkau 1,9 juta KK dengan rincian 1,3 juta KK di DKI Jakarta dan 600 ribu KK di Bodetabek, terutama yang berbatasan langsung dengan Jakarta.

Distribusi bansos sembako dimulai sejak 20 April 2020 di DKI Jakarta yang sudah menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Secara serentak, Kemensos mulai mendistribusikan bansos sembako untuk Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, dan Kota Tengerang Selatan, Depok, dan Bekasi (Bodetabek) sejak Jumat, 8 Mei 2020.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT